Siswa SDN 05 Madiun Lor, Sekar Ayundra Laras, mengukir prestasi tingkat Jawa Timur. Dia dinobatkan sebagai juara 1 lomba mendongeng. Kini, dia bersiap menuju lomba tingkat nasional.
KERINGAT memenuhi wajah bocah kelas V-A itu. Tapi, dia tetap semangat saat menceritakan kisah Lutung Kasarung. Mimiknya lancar bertutur, layaknia pendongeng profesional. Tidak sekadar bercerita, bocah itu menggerakkan tubuhnya mengikuti adegan demi adegan kisah legenda dari Jawa Barat tersebut.
Dia adalah Sekar Ayundra Laras, siswa SDN 05 Madiun Lor atau Endrakila. Tanggal 14 Juli lalu adalah momen istimewa bagi anak pertama tiga bersuadara itu. Sekar dinobatkan sebagai juara 1 mendongeng yang digelar Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim. ”Saat itu saya bersaing dengan 38 peserta se provinsi. Awalnya deg-degan, karena saingannya berat-berat,” tuturnya.
Namun nervous segera hilang saat anak pasangan Bambang Rusmiyanto dan Yayuk itu bertanding. Guru pembimbing dan orang tuanya selalu setia mendampinginya. Tak hanya itu, semangat tetap membara karena mendongeng sudah menjadi hobi Sekar Ayundra. ”Biar ada nilai lebihnya, saya milih cerita Lutung Kasarung. Tingkat kesulitan cerita ini cukup tinggi, saya harus menirukan suara binatang,” ungkapnya.
Sekar mengaku, perserta dari Ngawi adalah saingan terberat baginya karena begitu piawai bercerita. Pesaingnya itu juga pernah menjuarai lomba serupa. ”Peserta dari Ngawi juga bawa alat peraga. Tapi saya nggak mau kalah, tampil sebaik-baiknya di depan juri. Biar mendukung cerita, saya mengunakan baju seorang putri,” ujar Sekar Ayundra.
Meski percaya diri dan menyakinkan juri, tidak membuat hati Sekar tenang sesaat sebelum pengumuman. Apalagi, juri mengumumkannya dari urutan terbawah, harapan dua. ”Sempat bingung dan sedih. Sebab nama saya kok nggak dipanggil-panggil. Tiba-tiba juri memanggil nama saya, katanya saya menjadi juara 1,” katanya.
Pengumuman itu membuat Sekar menangis. Dia tidak menyangka perjuangannya selama dua minggu untuk bisa tampil membuahkan hasil. Terlebih selama persiapan lomba, Sekar harus mengorbankan liburannya karena harus berlatih mendogeng. ”Senang sekali, soalnya dapat piala, piagam dan uang hadiah. Recananya uangnya ditabung untuk biaya sekolah,” jelasnya.
Dia harus kembali kerja keras menyiapkan diri. Karena, sebagai juara 1, akan mewakili Jatim di tingkat nasional. Rencananya 2 Agustus mendatang, Sekar bertolak ke Jakarta untuk lomba. ”Kejuaraan mendogeng tingkat nasional jauh lebih berat. Karena saya diberi 33 judul cerita rakyat,” terangnya.
Menurut Sekar, 33 judul itu baru diundi saat di Jakarta. Sehingga persiapan matang terus dilakukan agar bisa mempersembahkan juara bagi provinsi Jatim. ”Sekarang lagi tahap memahami 33 cerita rakyat itu. Setiap hari dibimbing lima guru untuk berlatih. Hari libur tetap masuk sekolah,” terangnya.
Siti Kunainah, salah seorang guru pembimbing Sekar optimistis siswanya tampil sempurna dalam kejuaraan nasional. Menurutnya, Sekar siswa yang multitalent. Tidak hanya pandai dalam akademis, bidang seni dan olahraga juga dia kuasai. ”Sekar itu anaknya prefect. Dia selalu bersungguh-sungguh saat latihan. Bahkan kalau ceritanya diubah, dia cepat paham,” kata Siti.
JPNN
Baca juga :
Komentar :