<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Madiun &#187; Profil</title>
	<atom:link href="http://www.portalmadiun.web.id/category/profil/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.portalmadiun.web.id</link>
	<description>Berita Kota Madiun</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 10:40:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Totok Puji Harjono, Tukang Cuci Gerbong Kereta Api di Stasiun Madiun</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/totok-puji-harjono-tukang-cuci-gerbong-kereta-api-di-stasiun-madiun.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/totok-puji-harjono-tukang-cuci-gerbong-kereta-api-di-stasiun-madiun.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 08:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Argo]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Cocok]]></category>
		<category><![CDATA[Cuci]]></category>
		<category><![CDATA[gerbong kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[KA Argo Wilis]]></category>
		<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Api]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[nasi jotos]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Totok Puji Harjono]]></category>
		<category><![CDATA[Upah]]></category>
		<category><![CDATA[Wilis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Pekerjaan yang dilakoni Totok Puji Harjono selama 17 tahun tergolong unik. Yakni, menjadi tukang cuci gerbong kereta api. Jika ditotal, selama bekerja sudah puluhan ribu gerbong dibersihkannya. Suara melengking nan panjang terdengar saat KA Argo Wilis masuk di jalur 1 Stasiun Madiun. Tak berselang lama, KA jurusan Surabaya-Bandung ini berhenti untuk transit. Di saat bersamaan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekerjaan yang dilakoni <strong>Totok Puji Harjono</strong> selama 17 tahun tergolong unik. Yakni, menjadi tukang cuci gerbong kereta api. Jika ditotal, selama bekerja sudah puluhan ribu gerbong dibersihkannya.</p>
<p>Suara melengking nan panjang terdengar saat KA Argo Wilis masuk di jalur 1 Stasiun Madiun. Tak berselang lama, KA jurusan Surabaya-Bandung ini berhenti untuk transit. Di saat bersamaan, tampak ada aktivitas berbeda di jalur 3. Terdapat satu dari empat rangkaian gerbong KA ekonomi yang sedang dibersihkan tiga orang pekerja outsourcing.<br />
<span id="more-610"></span><br />
Satu di antaranya, pria bertubuh tambun bernama Totok Puji Harjono. Hari itu, pria berkulit cokelat legam ini didapuk membersihkan bagian dalam gerbong. Sedangkan dua teman sejawatnya menyiram bagian atap. Totok termasuk berpengalaman dengan profesi itu karena sudah 17 tahun menggelutinya. Dia memulai pekerjaan tersebut sejak tahun 1993. &#8221;Berat mau meninggalkan pekerjaan mencuci kereta ini, sebab sudah mendarah daging,&#8221; tutur Totok, kemarin.</p>
<p>Totok mempunyai alasan khusus, sebab pekerjaan ini sudah dianggapnya paling cocok dan pas. Selain itu, sudah menolongnya di masa-masa sulit. Di tahun 1993, saat pulang merantau dari Jakarta, dirinya tak memiliki pekerjaan. Padahal, anak pertamanya baru berusia dua bulan. &#8221;Beruntung bisa bekerja di sini. Memang saat itu keluarga kami sangat membutuhkan uang,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Di tahun 1993, kata Totok, upah yang dibawanya pulang setiap bulannya Rp 90.000. Setiap hari belasan gerbong kereta api harus dicucinya. Jika ditotal kala itu, ada 450 unit gerbong dicucinya setiap bulan. Terlebih saat dirinya ditempatkan di Stasiun Kediri, yang memberangkatkan sendiri KA Senja Kediri. Sekitar sepuluh tahun Totok bekerja di Kediri. Meski berat, pekerjaan ini tetap dilakoninya hingga kini. Dan, tak terasa setelah 17 tahun, upahnya sendiri meningkat menjadi Rp 500.000. &#8221;Ya sudah puluhan ribu gerbong yang saya cuci. Mulai dari KA bisnis Senja Kediri, Bangunkarta dan KA ekonomi Kahuripan dan Brantas yang biasa transit di Stasiun Madiun,&#8221; papar Totok.</p>
<p>Selama bekerja, berbagai pengalaman baik dan terburuk didapatkan. Seperti, di era sebelum tahun 1998-an, cukup banyak uang milik penumpang yang terjatuh. &#8221;Ya jadi rezeki, banyak lho. Tapi kalau sekarang sudah jarang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Totok sering pula menemukan KTP, STNK dan dompet. Tapi, ada pula pengalaman buruk yang menghampiri. Tak sedikit ulah penumpang membuat kereta kotor. Bahkan yang membikin hatinya teriris jika ada penumpang yang buang hajat sembarangan di KA. &#8221;Ada lho penumpang yang ngawur seperti itu, wah-wah sangat menyusahkan kami sewaktu membersihkan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kendati setiap hari disibukkan kegiatan mencuci KA di Stasiun Madiun, ada pekerjaan lain yang ditekuni. Yakni, menjual <strong>nasi jotos</strong> di Jalan dr Soetomo, Kota Madiun. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Terlebih, Aditya, anak pertamanya sudah duduk di bangkus SMK. &#8221;Kalau menggantungkan pekerjaan jadi pencuci KA saja nggak cukup, kami bantu dengan berjualan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bahkan, jika dihitung pendapatannya lebih banyak didapatkan dari berjualan nasi jotos. Hanya, Totok belum berniat meninggalkan pekerjaan lamanya tersebut. &#8221;Ya nggak mungkin tinggalkan pekerjaan ini, kan bulanannya ada dan saduh pasti beda kalau berjualan,&#8221; paparnya.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/totok-puji-harjono-tukang-cuci-gerbong-kereta-api-di-stasiun-madiun.html" title="jasa cucian gerbong kereta?">jasa cucian gerbong kereta?</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.319 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/totok-puji-harjono-tukang-cuci-gerbong-kereta-api-di-stasiun-madiun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nurjanah, Pustakawan Berprestasi Tingkat Kopertis VII Jatim</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/nurjanah-pustakawan-berprestasi-tingkat-kopertis-vii-jatim.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/nurjanah-pustakawan-berprestasi-tingkat-kopertis-vii-jatim.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 04:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[IKIP PGRI Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Input Data]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus I IKIP PGRI Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Kode]]></category>
		<category><![CDATA[Kopertis Vii]]></category>
		<category><![CDATA[Kopertis VII Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Nurjanah]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan IKIP PGRI Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Pustakawan]]></category>
		<category><![CDATA[Rapi]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Staf]]></category>
		<category><![CDATA[Unair Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Dedikasi perempuan 40 tahun ini patut dicungi jempol. Dibantu staf seadanya, Nurjanah berhasil menata perpustakaan IKIP PGRI Madiun. Perpustakaan yang semula tertutup, kini biasa diakses seluruh mahasiswa. SEJUMLAH mahasiswa terlihat memasuki ruang perpustakaan di Kampus I IKIP PGRI Madiun. Mahasiswa itu langsung menuju komputer yang disediakan perpustakaan. Mereka memasukkan kode dan nama buku yang ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dedikasi perempuan 40 tahun ini patut dicungi jempol. Dibantu staf seadanya, <strong>Nurjanah</strong> berhasil menata perpustakaan <strong>IKIP PGRI Madiun</strong>. Perpustakaan yang semula tertutup, kini biasa diakses seluruh mahasiswa.<br />
<span id="more-559"></span><br />
SEJUMLAH mahasiswa terlihat memasuki ruang perpustakaan di <strong>Kampus I IKIP PGRI Madiun</strong>. Mahasiswa itu langsung menuju komputer yang disediakan perpustakaan. Mereka memasukkan kode dan nama buku yang ingin dibaca. Tidak lama kemudian, berapa eksemplar buku tercatat dalam data komputer. &#8221;Bukunya masih ada, jadi bisa dipinjam,&#8221; kata salah seorang mahasiwa.</p>
<p>Dia langsung mencari buku di rak yang tersusun rapi. Mahasiswa itu lantas menyerahkan buku tersebut kepada petugas untuk didata. Tak ada tumpukan kertas untuk mencatat jenis buku yang dipinjam mahasiswa. Karena, semua data buku termasuk nama mahasiswa yang meminjam, masuk dalam data komputer. &#8221;Beberapa bulan lalu belum seperti itu. Semua masih manual. Data peminjaman dicatat di kertas. Mahasiswa tidak bisa mengakses secepat ini,&#8221; terang Nurjanah, kepala <strong>perpustakaan IKIP PGRI Madiun</strong>.</p>
<p>Menurutnya, perpustakaan dengan sistem terbuka dan berbasis komputer, baru dirasakan mahasiswa beberapa bulan belakangan. Tepatnya, setelah data 33.000 eksemplar buku masuk dalam komputer. &#8221;Sistem ini sudah kami rintis tahun lalu. Tapi tidak bisa dilaksanakan segera karena terkendala input data buku. Perpustakaan ini punya 15.000 judul buku, sedangkan jumlah total koleksinya 33.000 eksemplar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Nurjanah menuturkan, butuh waktu lama untuk mengimput data. Apalagi saat itu jumlah pegawai di perpustakaan hanya lima orang. &#8221;Syukurlah, jumlah petugas di sini bertambah. Kini jumlahnya 10 orang, cukup membantu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Jabatan sebagai kepala perpustakaan diemban Nurjanah sejak tahun 2000. Dia adalah lulusan diploma tiga <strong>Unair Surabaya</strong>, jurusan perpustakaan. Sebagian waktunya digunakan untuk menata perpusatakan. &#8221;Rencana ke depan ruangan ini harus lebih luas. Jadi mahasiswanya leluasa. Saya juga berusaha menyiapakan SDM untuk mewujudkan digital library. Jadi akses bukunya lebih mudah,&#8221; ungkap Nurjanah.</p>
<p>Kerja keras Nurjanah membenahi pepustakaan terbayar dengan prestasi yang disandang. Dia terpilih sebagai pustakawan terbaik kedua wilayah Kopertis VII Jatim. &#8221;Dorongan awal untuk ikut kompetisi ini datang dari rektor. Awalnya saya ragu apa mungkin bisa bersaing dengan pustakawan perguruan swasta lain di Jawa Timur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Nurjanah pun berupaya memberikan yang terbaik bagi kampusnya. Dia mulai mengumpukan berkas berisi data diri, bahasan perpustakaan dan tupoksinya sebagai kepala perpustakaan. &#8221;Pada 10 Juni saya dipanggil wawancara. Berbagai pertayaan diajukan panitia kompetisi. Namun hasil baru diketahui 12 Juni,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengaku kaget saat diberi tahu dinobatkan sebagai terbaik kedua pustakawan berprestasi se wilayah <strong>Kopertis VII Jatim</strong>. Nurnajah berhak mengikuti penilaian tingkat nasional. Tapi, Nurjanah hanya berada pada posisi ke-22 dari total peserta 70 pustakawan. &#8221;Belum dapat hasil maksimal di tingkat nasional. Tapi ini sebagai pelucut saya untuk berbuat yang terbaik,&#8221; tandasnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/nurjanah-pustakawan-berprestasi-tingkat-kopertis-vii-jatim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katon Nuraharto, pelajar kelas VI SDN 02 Klegen, Juara III Siswa Teladan Tingkat Provinsi Jatim</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/katon-nuraharto-pelajar-kelas-vi-sdn-02-klegen-juara-iii-siswa-teladan-tingkat-provinsi-jatim.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/katon-nuraharto-pelajar-kelas-vi-sdn-02-klegen-juara-iii-siswa-teladan-tingkat-provinsi-jatim.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 12:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[Asrama Haji Sukolilo]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[IPA]]></category>
		<category><![CDATA[IPS]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Juri]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Katon Nuraharto]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Nurani]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar kelas VI SDN 02 Klegen]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[PKN]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 01 Klegen]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Soal Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Telepon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Predikat pelajar teladan disandang Katon Nuraharto, pelajar kelas VI SDN 02 Klegen. Dia menyabet juara ketiga pelajar teladan tingkat Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kisah meraih prestasi itu? Wajah bocah 12 tahun itu tampak berbinar. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Penghargaan yang diterimanya 14 Juli lalu tak bisa dilupakannya. Masih terngiang di benaknya, saat dewan juri menyebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Predikat pelajar teladan disandang Katon Nuraharto, pelajar kelas VI SDN 02 Klegen. Dia menyabet juara ketiga pelajar teladan tingkat Provinsi Jawa Timur. Bagaimana kisah meraih prestasi itu?<br />
<span id="more-553"></span><br />
Wajah bocah 12 tahun itu tampak berbinar. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Penghargaan yang diterimanya 14 Juli lalu tak bisa dilupakannya. Masih terngiang di benaknya, saat dewan juri menyebut namanya sebagai juara III lomba siswa teladan tingkat Provinsi Jawa Timur. &#8221;Rasanya bangga dan bahagia, bisa menjadi terbaik ketiga,&#8221; terang Katon Nuraharto, siswa kelas VI A SDN 01 Klegen, Kota Madiun.</p>
<p>Lomba dilangsungkan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Anak bungsu pasangan Baruraharjo dan Siti Nurani ini patut berbangga. Dia mampu bersaing dengan 33 peserta lain dari seluruh daerah di Jawa Timur. Bahkan kemampuannya bermain alat musik drum menuai pujian dewan juri. &#8221;Saya satu-satunya peserta yang nekat memainkan drum saat penilaian keterampilan. Ternyata banyak yang suka dengan penampilan saya,&#8221; terang pengagum Yoyo, drumer grup band Padi itu.</p>
<p>Persiapan Katon mengikuti ajang prestisius itu sebenarnya mepet. Katon mengaku dihubungi ibu via telepon 7 Juli lalu. Saat itu Kanton menghabiskan liburannya di Surabaya, di rumah kakak pertamanya. &#8221;Suruh pulang sama ibu, katanya ditunggu guru untuk ikut seleksi pelajar teladan tingkat kota,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Katon bergegas pulang ke Madiun dan rela mengorbankan waktu liburannya untuk mengikuti pelatihan dan bimbingan gurunya. Setiap hari Katon berangkat ke sekolah pukul 08.00 dan pulang pukul 12.00 WIB. Tidak hanya itu, dia juga belajar mandiri di rumah hingga pukul 20.00. &#8221;Yang dikirim ke sekolah untuk seleksi siswa teladan ada dua orang. Kami berdua harus masuk sekolah padahal saat itu sedang liburan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Selama bimbingan, Katon diminta untuk mengerjakan puluhan soal bahasa Inggris, bahasa Indonesia, PKN, IPA, IPS, matematika dan kemampuan mengarang. Dia juga memperdalam kemampun bermusiknya, seperti bermain organ maupun drum di studio musik yang ada di sekolah. &#8221;Sejak sekolah menyediakan peralatan band, saya dan teman-teman jadi hobi bermusik. Ini jadi nilai lebih bagi saya, sebab keterampilan bermusik tambah,&#8221; papar Katon.</p>
<p>Pada 12-13 Juli, Kanton bersama seorang temannya seleksi siswa teladan tingkat kota. Dia berhasil mengalahkan 180 peserta lain se-kota. &#8221;Lomba tingkat kota selesai sore, besok paginya pukul 04.00 saya langsung berangkat ke Surabaya untuk bertanding,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Katon sempat kelabakan, sebab tidak memungkinkan membawa perlatan drum dari sekolah menuju Surabaya. Selain ribet, akan menambah cost. &#8221;Akhirnya sama sekolah disarankan pinjam drum di Surabaya. Untungnya kakak saya yang kuliah di Unair mencari pinjaman drum. Saya tampil di depan juri dengan drum pinjaman,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut Katon, saingan terberat baginya berasal dari Kabupaten Lamongan dan Banyuwangi. Menurutnya, skill dua perwakilan itu lebih mumpuni dibandingkan dirinya. Namun Kanton terus memupuk optimisme untuk berprestasi. &#8221;Awalnya sempat kecewa tidak bisa juara satu. Tapi lama-lama bangga juga jadi juara tiga tingkat provinsi. Saya dapat piala, piagam dan uang hadiah Rp 1,5 juta. Rencananya uang itu akan saya tabung,&#8221; papar Katon.</p>
<p>Sukirno, kepala SDN 01 Klegen mengatakan, prestasi Katon sejak kelas I tergolong menonjol. Menurutnya, Katon selalu masuk peringkat dua besar di kelasnya. Bahkan sejumlah even kejuaraan tingkat kota berhasil diraihnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/katon-nuraharto-pelajar-kelas-vi-sdn-02-klegen-juara-iii-siswa-teladan-tingkat-provinsi-jatim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka  Pradita, Siswa SMAN 2 Ngawi, Sebelas Bulan Belajar di Amerika</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-ngawi/suka-pradita-siswa-sman-2-ngawi-sebelas-bulan-belajar-di-amerika.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-ngawi/suka-pradita-siswa-sman-2-ngawi-sebelas-bulan-belajar-di-amerika.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 12:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Eden High School]]></category>
		<category><![CDATA[Kulit Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Libur]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Paman Sam]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[Pergaulan]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[siswa SMAN 2 Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Sman 2]]></category>
		<category><![CDATA[Suka Pradita]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarelawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Pelajar Ngawi mulai go international. Suka Pradita, siswa SMAN 2 Ngawi, baru saja kembali dari Amerika Serikat mengikuti program pertukaran pelajar. Apa saja pengalamannya selama di Negeri Paman Sam? SENYUM mengembang tampak menghiasi wajah Suka Pradita. Dengan logat sedikit kebarat-baratan, siswa SMAN 2 Ngawi ini asyik ngobrol dengan para guru dan temannya. Cara bicara yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajar Ngawi mulai go international. <strong>Suka Pradita, siswa SMAN 2  Ngawi</strong>, baru saja kembali dari Amerika Serikat mengikuti program pertukaran pelajar. Apa saja pengalamannya selama di Negeri Paman Sam?<br />
<span id="more-546"></span><br />
SENYUM mengembang tampak menghiasi wajah Suka Pradita. Dengan logat sedikit kebarat-baratan, siswa SMAN 2 Ngawi ini asyik ngobrol dengan para guru dan temannya. Cara bicara yang berbeda itu membuatnya kadang menjadi objek tertawaan.</p>
<p>Bisa dimaklumi jika gaya bicara Suka Pradita agak kebarat-baratan. Pasalnya, dia baru saja kembali dari Amerika Serikat (AS), mengikuti pertukaran pelajar. Remaja yang belum genap 17 tahun itu berada di Negeri Paman Sam selama 11 bulan. &#8221;Wah, banyak banget pengalaman yang saya dapatkan,&#8221; terang Suka.</p>
<p>Keberangkatan Suka ke AS difasilitasi AFS, lembaga yang bergerak di bidang budaya dan pariwisata. Sulung pasangan Sumbogo dan Yunani itu mengikuti seleksi di Malang. Tak disangka, dia lolos.</p>
<p>Suka sempat tak percaya saat la;i pertama menginjakkan kaki di AS. Puluhan pelajar dari berbagai belahan dunia berbaur. Tak ada perbedaan suku, budaya, ras, dan agama. Semua menjunjung prinsip kebersamaan dan saling menghargai siswa yang lain. &#8221;Tak ada yang sombong, semua saling menghargai. Entah itu kulit putih maupun kulit hitam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selama berada di AS, Suka tinggal di New York. Di sana ia menempuh pendidikan di Eden High School (setingkat SMA). Rekan sekelasnya tak hanya dari Indonesia atau siswa Amerika, tapi ada juga yang berasal dari beberapa negara Eropa dan Timur Tengah.</p>
<p>Kendati demikian, proses belajar mengajar sangat kondusif. Tenaga pendidik tak kesulitan menyampaikan materi. Seluruh siswa aktif dalam setiap pelajaran yang diikuti. &#8221;Tak ada yang berani nyontek. Sebab bila ketahuan rekan sekelas akan dicap merah dan dijauhi dari pergaulan,&#8221; papar siswa murah senyum itu.</p>
<p>Setiap libur akhir pekan, siswa diwajibkan menjadi sukarelawan. Mereka diajak ke lokasi-lokasi yang membutuhkan uluran tangan. Seperti panti jompo, yatim piatu dan rumah sakit. &#8221;Malah yang diutamakan itu yang bersifat kegiatan sukarela. Meskipun individualis, rasa kemanusiannya sangat tinggi,&#8221; tutur Suka, soal karakter pelajar AS.</p>
<p>Yang menarik, dari kegiatan kemanusiaan itu kadang bisa mengantongi uang puluhan US dolar per hari. Bila di-kurs-kan dengan rupiah, mencapai ratusan ribu. Di kalangan pelajar asal Indonesia, uang itu biasanya digunakan membeli nasi pecel. &#8221;Sepincuk saja harganya Rp 150 ribu. Paling seminggu sekali belinya.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-ngawi/suka-pradita-siswa-sman-2-ngawi-sebelas-bulan-belajar-di-amerika.html" title="suka pradita">suka pradita</a>,<a href="http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-ngawi/suka-pradita-siswa-sman-2-ngawi-sebelas-bulan-belajar-di-amerika.html" title="karya ilmiah pembuatan pupuk cair urin kelinci">karya ilmiah pembuatan pupuk cair urin kelinci</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.482 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-ngawi/suka-pradita-siswa-sman-2-ngawi-sebelas-bulan-belajar-di-amerika.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekar Ayundra Laras, Siswa SDN 05 Madiun Lor, Juara 1 Mendongeng Tingkat Jawa Timur</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/sekar-ayundra-laras-siswa-sdn-05-madiun-lor-juara-1-mendongeng-tingkat-jawa-timur.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/sekar-ayundra-laras-siswa-sdn-05-madiun-lor-juara-1-mendongeng-tingkat-jawa-timur.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 12:59:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita Lutung Kasarung]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Juri]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Percaya Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 05 Madiun Lor]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Sekar Ayundra Laras]]></category>
		<category><![CDATA[Setia]]></category>
		<category><![CDATA[Wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Siswa SDN 05 Madiun Lor, Sekar Ayundra Laras, mengukir prestasi tingkat Jawa Timur. Dia dinobatkan sebagai juara 1 lomba mendongeng. Kini, dia bersiap menuju lomba tingkat nasional. KERINGAT memenuhi wajah bocah kelas V-A itu. Tapi, dia tetap semangat saat menceritakan kisah Lutung Kasarung. Mimiknya lancar bertutur, layaknia pendongeng profesional. Tidak sekadar bercerita, bocah itu menggerakkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siswa SDN 05 Madiun Lor, Sekar Ayundra Laras, mengukir prestasi tingkat Jawa Timur. Dia dinobatkan sebagai juara 1 lomba mendongeng. Kini, dia bersiap menuju lomba tingkat nasional.<br />
<span id="more-535"></span><br />
KERINGAT memenuhi wajah bocah kelas V-A itu. Tapi, dia tetap semangat saat menceritakan kisah Lutung Kasarung. Mimiknya lancar bertutur, layaknia pendongeng profesional. Tidak sekadar bercerita, bocah itu menggerakkan tubuhnya mengikuti adegan demi adegan kisah legenda dari Jawa Barat tersebut.</p>
<p>Dia adalah Sekar Ayundra Laras, siswa SDN 05 Madiun Lor atau Endrakila. Tanggal 14 Juli lalu adalah momen istimewa bagi anak pertama tiga bersuadara itu. Sekar dinobatkan sebagai juara 1 mendongeng yang digelar Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jatim. &#8221;Saat itu saya bersaing dengan 38 peserta se provinsi. Awalnya deg-degan, karena saingannya berat-berat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Namun nervous segera hilang saat anak pasangan Bambang Rusmiyanto dan Yayuk itu bertanding. Guru pembimbing dan orang tuanya selalu setia mendampinginya. Tak hanya itu, semangat tetap membara karena mendongeng sudah menjadi hobi Sekar Ayundra. &#8221;Biar ada nilai lebihnya, saya milih cerita Lutung Kasarung. Tingkat kesulitan cerita ini cukup tinggi, saya harus menirukan suara binatang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sekar mengaku, perserta dari Ngawi adalah saingan terberat baginya karena begitu piawai bercerita. Pesaingnya itu juga pernah menjuarai lomba serupa. &#8221;Peserta dari Ngawi juga bawa alat peraga. Tapi saya nggak mau kalah, tampil sebaik-baiknya di depan juri. Biar mendukung cerita, saya mengunakan baju seorang putri,&#8221; ujar Sekar Ayundra.</p>
<p>Meski percaya diri dan menyakinkan juri, tidak membuat hati Sekar tenang sesaat sebelum pengumuman. Apalagi, juri mengumumkannya dari urutan terbawah, harapan dua. &#8221;Sempat bingung dan sedih. Sebab nama saya kok nggak dipanggil-panggil. Tiba-tiba juri memanggil nama saya, katanya saya menjadi juara 1,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengumuman itu membuat Sekar menangis. Dia tidak menyangka perjuangannya selama dua minggu untuk bisa tampil membuahkan hasil. Terlebih selama persiapan lomba, Sekar harus mengorbankan liburannya karena harus berlatih mendogeng. &#8221;Senang sekali, soalnya dapat piala, piagam dan uang hadiah. Recananya uangnya ditabung untuk biaya sekolah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dia harus kembali kerja keras menyiapkan diri. Karena, sebagai juara 1, akan mewakili Jatim di tingkat nasional. Rencananya 2 Agustus mendatang, Sekar bertolak ke Jakarta untuk lomba. &#8221;Kejuaraan mendogeng tingkat nasional jauh lebih berat. Karena saya diberi 33 judul cerita rakyat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurut Sekar, 33 judul itu baru diundi saat di Jakarta. Sehingga persiapan matang terus dilakukan agar bisa mempersembahkan juara bagi provinsi Jatim. &#8221;Sekarang lagi tahap memahami 33 cerita rakyat itu. Setiap hari dibimbing lima guru untuk berlatih. Hari libur tetap masuk sekolah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Siti Kunainah, salah seorang guru pembimbing Sekar optimistis siswanya tampil sempurna dalam kejuaraan nasional. Menurutnya, Sekar siswa yang multitalent. Tidak hanya pandai dalam akademis, bidang seni dan olahraga juga dia kuasai. &#8221;Sekar itu anaknya prefect. Dia selalu bersungguh-sungguh saat latihan. Bahkan kalau ceritanya diubah, dia cepat paham,&#8221; kata Siti.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/sekar-ayundra-laras-siswa-sdn-05-madiun-lor-juara-1-mendongeng-tingkat-jawa-timur.html" title="Kisah rata ayundara">Kisah rata ayundara</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.145 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/sekar-ayundra-laras-siswa-sdn-05-madiun-lor-juara-1-mendongeng-tingkat-jawa-timur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tri Handoko Muji Wibowo, Jadikan Urine Kelinci sebagai Pupuk Cair</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/tri-handoko-muji-wibowo-jadikan-urine-kelinci-sebagai-pupuk-cair.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/tri-handoko-muji-wibowo-jadikan-urine-kelinci-sebagai-pupuk-cair.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 11:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Bakteri Patogen]]></category>
		<category><![CDATA[Botol Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Cairan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Sterilisasi]]></category>
		<category><![CDATA[guru elektro di SMKN 3]]></category>
		<category><![CDATA[guru elektronika]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing]]></category>
		<category><![CDATA[Kencing]]></category>
		<category><![CDATA[Meja]]></category>
		<category><![CDATA[Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Cair]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Rapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 3 Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu Isi]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Handoko Muji Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[Urine Kelinci]]></category>
		<category><![CDATA[Urine Kelinci sebagai Pupuk Cair]]></category>
		<category><![CDATA[Urine Kelinci untuk Pupuk Cair]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Kandungan NPK-nya Lebih Tinggi, Terkendala Bahan Baku Inovasi dilakukan guru di SMKN 3 Kota Madiun. Tri Handoko Muji Wibowo, guru elektronika berhasil membuat pupuk cair berbahan dasar urine atau air kencing kelinci. BEBERAPA botol plastik putih dan berlabel kuning dijejer rapi di atas meja. Tidak ada yang aneh pada botol-botol tersebut. Hanya saja labelnya bergembar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kandungan NPK-nya Lebih Tinggi, Terkendala Bahan Baku</strong><br />
Inovasi dilakukan guru di <strong>SMKN 3 Kota Madiun</strong>. Tri Handoko Muji Wibowo, <strong>guru elektronika</strong> berhasil membuat pupuk cair berbahan dasar urine atau air kencing kelinci.<br />
<span id="more-532"></span><br />
BEBERAPA botol plastik putih dan berlabel kuning dijejer rapi di atas meja. Tidak ada yang aneh pada botol-botol tersebut. Hanya saja labelnya bergembar kelinci putih membuat orang ingin tahu isi di dalamnya. Saat dibuka, botol tersebut berisi cairan yang tidak berbau. &#8221;Ini salah satu inovasi terbaru saya. Namanya Rabiton GP 300-L. Produk tersebut berisi pupuk organik berisi urine kelinci,&#8221; terang pria tinggi besar bernama Tri Handoko Muji Wibowo.</p>
<p>Ide membuat urine kelinci sebagai pupuk cair muncul di benak Tri yang berlatar belakang sarjana elektro sejak beberapa bulan lalu. Dia melihat, urine kelinci tidak dimanfaatkan. Masyarakat lebih suka mengolah urine sapi maupun kambing untuk bahan baku pupuk organik. &#8221;Padahal kandungan NPK (Nitrogen, Posphat, Kalium, Red) dalam urine kelinci lebih tinggi, sekitar empat hingga tujuh kali lipat dibandingkan binatang lain. Unsur haranya juga tinggi,&#8221; jelas <strong>guru elektro di SMKN 3</strong> itu.</p>
<p>Untuk menghasilkan pupuk organik dari urine kelinci, Tri bekerjasama dengan peternak di daerah Ngrambe Ngawi. Menurutnya, pengumpul urine kelinci masih jarang ditemukan. &#8221;Kendala utama pembuatan pupuk ini memang pada bahan bakunya. Namun yang perlu diingat, kelinci itu punya kebiasaan unik. Dia akan kencing di satu tempat yang sama, jadi hanya butuh ketelatenan saja,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Membuat pupuk organik dari urine kelinci butuh proses panjang. Menurut bapak dua anak ini, urine kelinci terlebih dahulu disterilkan. Tujuannya untuk menghilangkan bakteri patogen yang cukup berbahaya. Bakteri dikhawatirkan menyebar di tanaman maupun sayuran yang menggunakan pupuk cair ini. &#8221;Cara sterilisasi cukup mudah. Urine kelinci dipanaskan di atas 80 derajat selama lima belas menit. Lalu didinginkan,&#8221; terang pria 42 tahun itu.</p>
<p>Menurut Tri, urine yang sudah steril itu dicampur bakteri menguntungkan sejenis EM4. Sedangkan perbandingannya satu liter EM4 dicampur dengan 30 liter urine kelinci. &#8221;Masa inkubasi setelah pencampuran selama tujuh hari. Pupuk cair langsung bisa dipakai. Kalau ingin bagus lagi kualitasnya, lebih baik disterilisasi,&#8221; ujar suami Chandra Maria.</p>
<p>Bau pupuk cair dari urine kelinci tidak menyengat. Selain itu, Tri juga mengemas produknya lebih eksklusif. Sehingga pupuk ini bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman di hotel, ruangan maupun tempat publik. &#8221;Kelebihannya memang di situ. Pupuk ini untuk sementara kami jual Rp 10 ribu untuk setengah liter,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Banyak calon konsumen yang melirik produk terbaru itu. Sayangnya, Tri belum bisa menjual dalam jumlah banyak. Alasannya, masih konsentrasi pada factory teaching di sekolah tempatnya mengajar. &#8221;Penjualan masih dilakukan siswa. Saya juga mengajarkan keahlian ini pada siswa di SMKN 3,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ke depannya, sekolah akan memberikan modal bagi siswa untuk memelihara kelinci. Dengan begitu, bahan baku pupuk organik ini diperoleh langsung dari siswa. Sedangkan hasil penjualan pupuk juga untuk siswa.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/tri-handoko-muji-wibowo-jadikan-urine-kelinci-sebagai-pupuk-cair.html" title="kandungan NPK urin sapi">kandungan NPK urin sapi</a>,<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/tri-handoko-muji-wibowo-jadikan-urine-kelinci-sebagai-pupuk-cair.html" title="cara pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi">cara pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.576 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/tri-handoko-muji-wibowo-jadikan-urine-kelinci-sebagai-pupuk-cair.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agung Guntoro Wisnu, Warga Kota Madiun yang Gemar Barang Antik</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/agung-guntoro-wisnu-warga-kota-madiun-yang-gemar-barang-antik.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/agung-guntoro-wisnu-warga-kota-madiun-yang-gemar-barang-antik.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 06:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[adek merabat]]></category>
		<category><![CDATA[Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Agung Guntoro Wisnu]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak]]></category>
		<category><![CDATA[Barang Antik]]></category>
		<category><![CDATA[benda antik di Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Benda Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Jawi Tundhung Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Gapura]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Karesidenan Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Keris]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Lemari]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pameran di Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[panderingan kebak]]></category>
		<category><![CDATA[Perabot Antik]]></category>
		<category><![CDATA[Perabot Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pria]]></category>
		<category><![CDATA[Ukir]]></category>
		<category><![CDATA[Ukiran]]></category>
		<category><![CDATA[warga Jiwan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisnu]]></category>
		<category><![CDATA[wos wutah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Bagi pecinta benda-benda antik di Kota Madiun, Agung Guntoro Wisnu tidak lagi asing. Sejak 2000 lalu, warga Jalan Prambanan ini dikenal sebagai kolektor benda-benda antik. Tidak sekadar keris, tombak atau pusaka antik, Agung juga mengumpulkan aksesoris kuno lain. Halaman rumah di Jalan Prambanan itu begitu luas. Sejumlah perabot rumah tangga seperti meja kursi, lemari dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pecinta benda-<strong>benda antik di Kota Madiun</strong>, Agung Guntoro Wisnu tidak lagi asing. Sejak 2000 lalu, warga Jalan Prambanan ini dikenal sebagai kolektor benda-benda antik. Tidak sekadar keris, tombak atau pusaka antik, Agung juga mengumpulkan aksesoris kuno lain.<br />
<span id="more-507"></span><br />
Halaman rumah di Jalan Prambanan itu begitu luas. Sejumlah perabot rumah tangga seperti meja kursi, lemari dan gapura penuh ukir terlihat berjejer rapi di halaman itu. Bentuknya terlihat unik. Kursi dan meja dipenuhi ukiran. Begitu juga lemari pakaiannya. &#8221;Saya juga punya dua tempat gantungan baju kuno, bahkan masih lengkap dengan kacanya. Keduanya ini saya temukan di Malang,&#8221; ujar pria pemilik rumah itu, Agung Guntoro Wisnu.</p>
<p>Tidak sekadar perabot antik, pria itu juga menunjukkan 100 keris dan tombak miliknya. Ratusan pusaka tersebut tersimpan rapi di lemari. &#8221;Koleksi saya ini ada yang ditukar dengan mahar, ada juga yang gratis,&#8221; ujar pria 39 tahun itu.</p>
<p>Agung memiliki hobi mengumpulkan benda pusaka dan antik sejak 2000 lalu. Dia bahkan rela berburu ke desa-desa di eks Karesidenan Madiun maupun kota lain di Jawa Timur. &#8221;Ketertarikan saya pada benda antik terutama pusaka bermula dari keris pemberian bapak saya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ayah dari Ameita Rosalia tidak menyangka keris milik keluarganya itu bernilai tinggi. Bahkan pernah ditawar seorang kolektor dengan mobil. &#8221;Kejadiannya tidak terduga, keris milik bapak itu saya ikutkan pameran di Surabaya. Baru sehari dipamerkan didatangi orang untuk ditawar. Kondisi itu membuat bapak khawatir. Keris itu langsung dibawa pulang, padahal baru dipamerkan satu hari,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dari situlah kecintaannya pada dunia benda-benda antik dan pusaka mulai muncul. Berbekal uang seadanya, suami dari Susiana itu berburu benda-benda kuno ke pelosok desa. Bahkan tempat usahanya di Jalan Yos Sudarso juga didatangi warga yang memiliki keris. &#8221;Sekitar 2003 lalu saya kedatangan tamu. Pria itu membawa sebilah pedang. Dia bilang mau menukar pusaka warisan keluarganya dengan mahar. Sebab butuh uang untuk biaya sekolah anaknya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Karena melihat kesulitan pria tersebut, Agung menerima tawaran tersebut. Dia mengantinya senilai Rp 285 ribu. &#8221;Setelah dibersihkan dan diberi minyak, ternyata bilah pedang itu bernilai tinggi. Sekarang jadi pusaka kesayangan saya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Pengalaman tidak jauh beda dirasakanya beberapa tahun lalu. Bersama kawan-kawannya yang tergabung dalam paguyuban pametri <strong>budaya Jawi Tundhung Madiun</strong>, Agung menggelar kegiatan bakti sosial. Yakni membersihkan pusaka gratis bagi warga Jiwan. &#8221;Saya didatangi orang yang memiliki tombak. Dia bilang sudah tidak bisa merawat pusaka itu dan diberikan ke saya. Saat itu penganti maharnya hanya Rp 50 ribu,&#8221; terangnya.</p>
<p>Tombak tersebut terus dirawat Agung. Selain dicuci juga diberi minyak, lama kelamaan pamor tombak tersebut muncul. Bahkan tombak itu memiliki tiga pamor yang berbeda. Yakni panderingan kebak, adek merabat dan wos wutah. &#8221;Tombak itu saya rawat dan saya buatkan sarungnya berbentuk tongkat komando. Beberapa waktu lalu ada yang datang nawar tombak itu seharga Rp 2,5 juta. Saya nggak mau melepaskannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sudah ratusan juta uang yang dikeluarkan Agung untuk memenuhi hobinya. Biasanya uang tersebut disisihkan dari pendapatannya sebagai pemilik even organizer. Agung mengaku sempat dimarahi istri karena hobinya itu. &#8221;Namanya istri, pasti awalnya ngedumel. Tapi setelah tahu nilai dari barang itu dan keindahannya, malah sekarang istri saya dukung banget,&#8221; katanya.</p>
<p>Agung tidak tahu sampai kapan bakal menekuni hobi tersebut. Maklum, kepuasan dirasakannya saat menemukan benda-benda antik yang diinginkannya. &#8221;Apa yang saya lakukan ini sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa. Saya tidak tahu kapan akan berhenti,&#8221; terangnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/agung-guntoro-wisnu-warga-kota-madiun-yang-gemar-barang-antik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karen Nikita Limanda, Juara II International Mental Arithmetic di Hangzho</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/karen-nikita-limanda-juara-ii-international-mental-arithmetic-di-hangzho.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/karen-nikita-limanda-juara-ii-international-mental-arithmetic-di-hangzho.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 21:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Bangladesh]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Sempoa]]></category>
		<category><![CDATA[Bernardus]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Hangzhou]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[International Mental Arithmetic]]></category>
		<category><![CDATA[Jago]]></category>
		<category><![CDATA[jago kandang]]></category>
		<category><![CDATA[Karen Nikita Limanda]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Mental Arithmetic]]></category>
		<category><![CDATA[nama Indonesia di kancah internasional]]></category>
		<category><![CDATA[SDK Bernardus]]></category>
		<category><![CDATA[siswa SD di Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Tidak sekadar jago kandang, siswa SD di Kota Madiun mampu menorehkan prestasi tingkat internasional. Salah satunya, Karen Nikita Limanda, siswa kelas II SDK Bernardus berhasil menjadi juara II International Mental Arithmetic di Hangzhou, Cina. USIANYA baru delapan tahun. Bocak ini, seperti teman sebayanya, masih suka bermain dan bermanja-manja dengan orang tuanya. Tapi, soal kepintaran berhitungnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak sekadar jago kandang, siswa SD di Kota Madiun mampu menorehkan prestasi tingkat internasional. Salah satunya, Karen Nikita Limanda, siswa kelas II SDK Bernardus berhasil menjadi juara II International Mental Arithmetic di Hangzhou, Cina.<br />
<span id="more-492"></span><br />
USIANYA baru delapan tahun. Bocak ini, seperti teman sebayanya, masih suka bermain dan bermanja-manja dengan orang tuanya. Tapi, soal kepintaran berhitungnya, tidak perlu diragukan lagi. Dalam waktu lima menit, dia bisa menyelesaikan 60 soal berhitung. Itupun tanpa bantuan alat, baik kalkulator maupun sempoa. &#8221;Sudah dua tahun ini belajar sempoa, memang sejak kecil suka berhitung,&#8221; ujar bocah yang memiliki nama lengkap Karen Nikita Limanda itu.</p>
<p>Kemampuan Karen dalam berhitung direspons positif kedua orang tuanya, Pudjiyanto dan Lea Deasy. Bahkan orang tuanya juga membantu mencari informasi tentang kejuraan-kejuraan aritmatik level dunia. &#8221;Mama dan Papa punya link dengan lembaga sempoa di luar negeri. Salah satunya di Hangzhou, Cina. Karen langsung tertarik ikut kejuraan itu,&#8221; tambah Karen.</p>
<p>Untuk bisa berprestasi tingkat dunia, Karen harus kerja keras melakukan persiapan. &#8221;Memang target awal Karen bisa berprestasi dalam kompetisi itu. Makanya Karen persiapan habis-habisan selama satu bulan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Berbekal biaya mandiri Rp 30 juta, Karen beserta orang tuanya bertolak ke Cina. Mereka tiba di Cina pada 3 Juni lalu dan kompetisi tingkat internasional yang digelar di Zhejiang Zhusuan Xinsuan Association itu berlangsung 6 Juni. &#8221;Sebelum lomba, terus melakukan persiapan. Supaya waktu lomba tidak ragu-ragu lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam kompetisi itu, Karen bersaing dengan 500 peserta berasal dari berbagai belahan dunia. Seperti India, Bangladesh, Spanyol, Malaysia, Arab dan peserta dari Indonesia. Menurutnya, peserta dari Cina yang paling sulit ditaklukkan. &#8221;Anak-anak Cina sudah dapat pelajaran sempoa sejak TK. Bahkan pelajaran mental arithmetic atau sempoa merupakan program nasional dan menjadi mata pelajaran wajib di negara itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Lomba yang diikuti Karen berlangsung dalam dua babak. Setiap babak, Karen diwajibkan mengerjakan 60 soal dalam waktu lima menit. Puluhan soal berhitung itu harus dijawab tanpa alat bantu. Meski awalnya nervous, Karen mampu mengerjakan seluruh soal tersebut dengan tenang dan menyakinkan. &#8221;Persiapan lomba selama satu bulan ternyata tidak sia-sia. Karen berhasil menjadi juara II,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lucunya, pengumuman juara yang disampikan panitia sempat tidak dimengerti Karen dan orang tuanya.. Maklum, keterbatasan bahasa membuat Karen dan orang tuanya tidak memahami pengumuman tersebut. Apalagi kemampuan bahasa Inggris panitia lomba juga terbatas. &#8221;Tahu-tahu cuma dipanggil namanya. Waktu mau naik pangung, tanya lagi ke panitia juara berapa. Ternyata juara II, senang benget sampai lonjak-lonjak,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sesampainya di Kota Madiun beberapa hari lalu, Karen segera memberitahu kabar bahagia tersebut pada kawan dan gurunya. Karen merasa bangga bisa membawa nama Indonesia di kancah internasional. &#8221;Prestasi ini bukan hanya untuk Karen. Tapi juga bangsa Indonesia, khususnya Kota Madiun,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Prestasi itu menambah deret piala yang tersimpan di rumahnya. Meski baru dua tahun menekuni sempoa, Karen mampu mengoleksi lima piala dalam berbagai even. Baik tingkat kota maupun nasional. &#8221;Rencananya pemenang lomba ini berhak ikut kejuaraan di Malaysia bulan Agustus nanti, tapi Karen nggak tahu bisa berangkat atau tidak,&#8221; katanya.</p>
<p>Pudjiyanto, ayah Karen mengatakan, masih berusaha mengumpulkan dana untuk memberangkatkan anak pertamanya itu di Malaysia. Menurutnya, untuk ikut kompetisi di negeri tetangga itu tetap butuh dana banyak. &#8221;Kendala kami memang pada dana. Sebab untuk lomba-lomba internasional seperti ini kami berusaha mandiri. Kami berharap, Karen bisa ikut lomba di Malaysia,&#8221; terangnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/karen-nikita-limanda-juara-ii-international-mental-arithmetic-di-hangzho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seto Nugroho, Peraih Nilai UASBN Tertinggi se-Kota Madiun</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/seto-nugroho-peraih-nilai-uasbn-tertinggi-se-kota-madiun.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/seto-nugroho-peraih-nilai-uasbn-tertinggi-se-kota-madiun.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 05:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi]]></category>
		<category><![CDATA[IPA]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai Ujian]]></category>
		<category><![CDATA[Perumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perumahan Bumi Antariksa]]></category>
		<category><![CDATA[Putus Asa]]></category>
		<category><![CDATA[SD Negeri 01 Klegen]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Seto Nugroho]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Tidur]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Siswa SD Negeri 01 Klegen, Kota Madiun, Seto Nugroho menjadi peraih nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Nilai total untuk tiga pelajaran yang diujikan adalah 28,50. Wajah bocah 13 tahun itu terlihat sumringah. Senyum tidak pernah lepas dari bibirnya saat memasuki ruang guru. Tutur kata bocah yang tinggal di Perumahan Bumi Antariksa itu juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siswa SD Negeri 01 Klegen, Kota Madiun, Seto Nugroho menjadi peraih nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Nilai total untuk tiga pelajaran yang diujikan adalah 28,50.<br />
<span id="more-483"></span><br />
Wajah bocah 13 tahun itu terlihat sumringah. Senyum tidak pernah lepas dari bibirnya saat memasuki ruang guru. Tutur kata bocah yang tinggal di Perumahan Bumi Antariksa itu juga begitu santun saat menyambut ucapan selamat dari para gurunya. &#8221;Awalnya nggak nyangka bakal dapat nilai tertinggi. Soalnya kelas saya termasuk unggulan, banyak yang nilainya lebih bagus,&#8221; terang bocah itu, Seto Nugroho.</p>
<p>Kabar tentang prestasinya dalam UASBN baru didapat Rabu sore lalu melalui SMS atau pesan pendek handphone dari ayah temannya. Pesan itu menyebutkan bahwa Seto menjadi peraih nilai UASBN tertinggi, 28,50. PelajarAn yang diujikan adalah matematika, IPA dan bahasa Indonesia. Mendapat kabar itu, Seto tidak langsung percaya. Apalagi belum ada pernyataan resmi dari sekolah maupun Dinas Dikbudpora. &#8221;Baru yakin tadi pagi (kemarin, Red) dari internet dan surat kabar. Rasanya ya senang,&#8221; jelas Seto yang hobi sepak bola dan badminton.</p>
<p>Sang ayah, kata Seto, menjanjikan hadiah sebagai tanda keberhasilannya. Apalagi nilai matematikAnya sempurna, 10. Sedangkan nilai IPA 9,50 dan bahasa Indonesia 9,00. &#8221;Katanya mau dikasih hadiah uang. Rencananya uang itu saya tabung,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Anak kedua dari tiga bersaudara itu bercerita seputar persiapan menjelang UASBN. Dia mengaku rela menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengesampingkan bermain. Menurut Seto, jadwal belajarnya relatif padat. Pagi hingga pukul 12.00 WIB, dia sekolah dan dilanjutkan les hingga pukul 20.00. &#8221;Kalau ada waktu luang, ya saya buat tidur,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Anak pasangan Nur Indrawanto dan Nur Hidayati ini termasuk anak yang menonjol di sekolahnya. Dia juga termasuk memiliki percaya diri cukup tinggi. Setiap kali menghadapi soal yang sulit, Seto tidak putus asa dan berusaha memecahkannya melalui latihan soal maupun bertanya pada guru. &#8221;Setiap kali pulang kami selalu diberi tantangan oleh guru. Diberi pertanyaan, kalau nggak bisa terpaksa pulang paling akhir. Cara itu membuat kami lebih giat belajar,&#8221; paparnya.</p>
<p>Metode pembelajaran yang ditanamkan guru di sekolah Seto ternyata cukup efektif. Buktinya, Seto tidak kesulitan mengerjakan materi soal UASBN pelajaran matematika. &#8221;Soal matematikanya jauh lebih sulit di sekolah daripada yang UASBN,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Rahasia kesuksesan Seto dalam meraih UASBN tertinggi tidak hanya itu. Menurutnya, hasil kurang mengembirakan saat mengikuti tes RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) di SMPN 1 juga melecutnya untuk meraih prestasi lebih baik. Saat ikut tes RSBI tersebut, Seto hanya mampu masuk bangku cadangan ketiga. &#8221;Memang waktu itu saya teledor kurang persiapan. Saya berharap, prestasi ini dapat mendorong saya masuk RSBI di SMPN 1,&#8221; katanya.</p>
<p>Seto kini sudah memilih cita-cita sebagai dokter sekaligus profesor. Dia berharap, profesi itu dapat membantu orang banyak. &#8221;Untuk meraih cita-cita itu saya berusaha mempertahankan dan memperabiki prestasi yang saya raih ini. Semoga nilai saya bagus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Maryati, wali kelas VI A yang juga guru matematika Seto mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. Menurutnya, Seto memiliki kemampuan mengerjakan soal matematika. &#8221;Sejak awal, sekolah memang menciptakan persaingan sehat dalam kelas. Anak-anak termasuk Seto akhirnya terpacu dengan metode itu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut Maryati, keberhasilan Seto mendapat apresiasi dari sekolah dan guru. Rencananya sudah ada reward dari sekolah. &#8221;Nanti hadiah itu akan diserahkan saat acara perpisahan,&#8221; terangnya.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/seto-nugroho-peraih-nilai-uasbn-tertinggi-se-kota-madiun.html" title="uasbn magetan">uasbn magetan</a>,<a href="http://www.portalmadiun.web.id/profil/seto-nugroho-peraih-nilai-uasbn-tertinggi-se-kota-madiun.html" title="hasil nilai uasbn sd/mi 2010 ponorogo">hasil nilai uasbn sd/mi 2010 ponorogo</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.326 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/seto-nugroho-peraih-nilai-uasbn-tertinggi-se-kota-madiun.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Endah Pancasilawati, 58 Tahun, Tetap Prima Ajarkan Pencak Silat Pada Siswa</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/profil/endah-pancasilawati-58-tahun-tetap-prima-ajarkan-pencak-silat-pada-siswa.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/profil/endah-pancasilawati-58-tahun-tetap-prima-ajarkan-pencak-silat-pada-siswa.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 03:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrakurikuler pencak silat]]></category>
		<category><![CDATA[Endah Pancasilawati]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kuda]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[Pembina]]></category>
		<category><![CDATA[Penampilan]]></category>
		<category><![CDATA[pencak silat]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Sma Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 2 Kota Madiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Semangat saat Melihat Bule Antusias Belajar Jurus Pencak silat begitu menarik bagi warga asing asal Amerika Serikat yang berkunjung ke SMA Negeri 2 Kota Madiun. Buktinya, mereka ikut latihan jurus-jurus yang diperagakan Endah Pancasilawati, guru sekolah di Jalan Biliton itu. Suasana SMA Negeri 2 Kota Madiun di Jalan Biliton, siang kemarin terlihat ramai. Ratusan siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semangat saat Melihat Bule Antusias Belajar Jurus<br />
Pencak silat begitu menarik bagi warga asing asal Amerika Serikat yang berkunjung ke SMA Negeri 2 Kota Madiun. Buktinya, mereka ikut latihan jurus-jurus yang diperagakan Endah Pancasilawati, guru sekolah di Jalan Biliton itu.<br />
<span id="more-453"></span><br />
Suasana SMA Negeri 2 Kota Madiun di Jalan Biliton, siang kemarin terlihat ramai. Ratusan siswa duduk melingkar di halaman sambil tak henti-hentinya bertepuk tangan. Pandangan siswa mengarah pada sosok perempuan parobaya di tengah halaman. Dia mengenakan baju silat warna hitam dan siap-siap untuk pemanasan. Tak lama kemudian, perempuan itu mengambil kuda-kuda sambil melancarkan beberapa jurus serangan.</p>
<p>Jurus pancak silat itu dipamerkan guru perempuan yang bernama lengkap Endah Pancasilawati. Atraksi itu, membuat siswa dan yang ada di sekolah itu berdecak kagum. Tak terkecuali, delapan bule asal Amerika Serikat yang sedang berkunjung di sekolah tersebut. &#8221;Wow pencak silat wonderfull,&#8221; ujar salah seorang bule perempuan yang bernama Caroline Diane.</p>
<p>Penampilan Endah Pancasilawati itu adalah bagian perkenalan budaya yang digagas SMAN 2 untuk menyambut delapan tamu asing tersebut. Selain itu juga memerkan salah satu ekstrakurikuler sekolah yang kerap menyabet penghargaan. &#8221;Acara ini mendadak, nggak ada persiapan. Jadinya ngos-ngosan. Untungnya para bule itu antusias. Ini pengalaman baru bagi saya bisa ngajari bule pencak silat,&#8221; terang Endah, guru mata pelajaran ekonomi itu.</p>
<p>Pencak silat yang ditekuninya membuat tubuh Endah tetap tampak bugar. Meski usianya sudah 58 tahun, Endah masih atraktif mempraktikkan gerakan pencaknya. Bahkan tidak kalah dengan jurus-jurus yang dimiliki anak didiknya. &#8221;Seharusnya sewaktu akan memeragakan jurus pencak, pemanasan dulu. Biar otot tidak kaku dan malah lentur,&#8221; terangnya</p>
<p>Tidak sekadar guru pelajaran, Endah juga didapuk menjadi pelatih ekstrakurikuler pencak silat. Status sebagai pembina ekskul tersebut sudah disandangnya sejak tahun ajaran 1979/1980. &#8221;Sampek sekarang belum ada yang nggatiin, saya masih ngelatih anak-anak. Kami bersyukur ekskul ini cukup berkembang. Tahun ini saja, anggotanya puluhan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ekstrakurikuler ini juga tidak surut dari prestasi. Misalnya menjuarai di tingkat Provinsi Jatim. &#8221;Kalau tingkat nasional memang belum. Tapi kami berupaya terus untuk mengharumkan Kota Madiun melalui olahraga ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ibu tiga anak ini memang berlatarbelakang atlet nasional. Bahkan dia pernah dikirim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) VIII pada tahun 1973. Endah berhasil meraih medali perunggu di kejuaraan itu. &#8221;Kini saya memakai sabuk putih dan menguasai 36 jurus,&#8221; terangnya.</p>
<p>Endah mengaku tidak tahu kapan akan berhenti dari dunia pencak silat. Dia malah berjanji akan menjadi pelatih pencak silat hingga tutup usia. &#8221;Sampai kapanpun saya akan mengajarkan pencak silat bagi anak-anak,&#8221; terangnya.</p>
<p>Atraksi yang ditunjukkan Endah dipuji delapan mahasiswa perguruan tinggi dari Kansas, Amerika Serikat. Jan Valerie Goerzen, Caleb Mark, Jarret Bert, Caroline Diane, Kyle Lloyd, Mechael Lee, Stephanie June dan Linsey Ann, antusias belajar pencak silat dari Endah. Mereka mengaku olahraga beladiri itu merupakan hal baru. &#8221;Kami tertarik dan ingin mempelajarinya,&#8221; ujar Caleb Mark.</p>
<p>Caleb menuturkan, kedatanganya bersama teman-temannya ke SMAN 2 awalnya hanya ingin belajar bahasa Indonesia. Hal itu sesuai tujuan awal mereka yang ingin melakukan pembangunan lintas budaya. &#8221;Rencananya kami di Madiun hingga 20 Juni. Kami juga ingin sekalian mempelajari budaya Indonesia,&#8221; tambahnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/profil/endah-pancasilawati-58-tahun-tetap-prima-ajarkan-pencak-silat-pada-siswa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
