<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Madiun &#187; Berita Pacitan</title>
	<atom:link href="http://www.portalmadiun.web.id/category/berita-mawirotaman/berita-pacitan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.portalmadiun.web.id</link>
	<description>Berita Kota Madiun</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 00:20:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pelayanan Dukcapil di Pacitan Amburadul</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pelayanan-dukcapil-di-pacitan-amburadul.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pelayanan-dukcapil-di-pacitan-amburadul.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 10:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Dukcapil di Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Bandar]]></category>
		<category><![CDATA[KTP elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[KTP nasional]]></category>
		<category><![CDATA[mengurus KTP]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Administrasi Kependudukan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem SIAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat mengeluhkan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil) Pacitan. Pasalnya, proses penyelesaian pengurusan KTP,KK dan akte dinilai amburadul.Jika sebelumnya sehari selesai, kini waktu pengurusan berkisar tujuh sampai 14 hari. &#8216;Sudah satu minggu ini belum juga kelar,&#8217;kata Urip, salah seorang warga Tulakan,yang mengurus KK,KTP dan akte,kemarin(31/8). Padahal,surat-surat itu untuk keperluan pernikahan saudaranya.Molornya pengurusan itu membuatnya kebingungan.Terlebih,waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat mengeluhkan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil) Pacitan. Pasalnya, proses penyelesaian pengurusan KTP,KK dan akte dinilai amburadul.Jika sebelumnya sehari selesai, kini waktu pengurusan berkisar tujuh sampai 14 hari. &#8216;Sudah satu minggu ini belum juga kelar,&#8217;kata Urip, salah seorang warga Tulakan,yang mengurus KK,KTP dan akte,kemarin(31/8).<br />
<span id="more-703"></span><br />
Padahal,surat-surat itu untuk keperluan pernikahan saudaranya.Molornya pengurusan itu membuatnya kebingungan.Terlebih,waktu pernikahan tinggal dua hari lagi.Jika sampai tenggat itu belum juga rampung dia akan minta pertimbangan petugas kantor urusan agama (KUA).&#8217;Mudah-mudahan petugas KUA bisa memahami. Sebab,sudah terlanjur menyebar undangan,&#8217;imbuhnya.</p>
<p>Diakuinya,waktu pengurusan surat-surat tersebut memang baru dilakukan satu minggu lalu. Terlebih, sebelumnya, pengurusan administrasi kependudukan sehari dua hari rampung.Ternyata,sangat lama dan cukup rumit.</p>
<p>Hal senada juga diungkapkan Katiran,warga Kecamatan Bandar.Kendati sudah satu minggu ini,pengurusan KK dan akte belum juga kelar.Padahal,surat-surat itu akan dipergunakan untuk bekerja ke Jakarta.Karena itu,dia menunda keberangkatan ke Jakarta sehabis lebaran.</p>
<p>Kepala Dinas Dukcapil Pacitan Rahmat Dwiyanto membenarkan lamanya proses pengurusan kependudukan. Hal itu disebabkan,sejak awal Agustus lalu pihaknya menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).Dalam sistem ini,proses penyelesaian berkisar tiga sampai 14 hari,tergantung jenis nya.</p>
<p>Persolannya,saat mengurus KTP petugas harus mengecek KK warga.Jika KK sudah benar,proses pengurusan cepat. Sebaliknya,jika KK tidak masuk database,harus mengurus lagi KK baru.Sehingga butuh waktu cukup lama.&#8217;Kita tidak lagi menggunakan jalan pintas sehari selesai. Sebab,itu merusak database,&#8217;terang Rahmat.<br />
Sistem digunakan itu sebagai persiapan mengikuti program NIK nasional.Terlebih,mulai tahun 2012 nanti akan berlaku KTP elektronik.Sehingga,jika tidak dimulai dari sekarang,pihaknya akan mengalami kesulitan besar mengenai database.</p>
<p>Selain itu,pihaknya juga tengah menggulirkan Program Pelayanan Pro Aktif Kependudukan.Program ini dilakukan dengan cara petugas jemput bola ke kecamatan-kecamatan.Sehingga,pelayanan di kantornya menjadi lebih berat.Apalagi,jumlah pemohon menunjukkan tren meningkat.Karena itu,masyarakat diminta untuk menyadari perubahan sistem.Sebab,nantinya,semua ini juga untuk kepentingan masyarakat sendiri.<br />
Rahmat mencontohkan,dengan sistem SIAK,diharapkan tidak ada lagi warga yang memiliki NIK dan dokumen lebih dari satu.Di sisi lain,jika nantinya menjadi KTP elektronik(KTP nasional),warga bisa bisa membuka ekening di mana saja.Juga tidak terjadi lagi kesemrawutan administrasi kependudukan.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pelayanan-dukcapil-di-pacitan-amburadul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pejabat Pemkab Pacitan Boleh Gunakan Mobdin, Dilarang Terima Parcel</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pejabat-pemkab-pacitan-boleh-gunakan-mobdin-dilarang-terima-parcel.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pejabat-pemkab-pacitan-boleh-gunakan-mobdin-dilarang-terima-parcel.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 10:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pejabat Pemkab Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PNS di lingkup Pemkab Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PNS di Pemkab Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PNS Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PNS Pemkab Pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Saat lebaran biasa dipergunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga,tetangga maupun sahabat.Bahkan,terkadang dimanfaatkan untuk berdarmawisata.Sehingga,kebutuhan kendaraan menjadi penting.Karena itu,para pejabat Pemkab Pacitan diperbolehkan menggunakan mobil dinas(mobdin).&#8217;Boleh dipergunakan untuk keperluan lebaran.Tetapi,dengan batasan tertentu,&#8217;kata Sekretaris Daerah(Sekda) Mulyono. Batasannya,kata sekda,pejabat yang bersangkutan harus melekat pada kendaraan tersebut.Begitu juga jika terjadi risiko akibat penggunaan mobdin.Misalnya,jika kendaraan rusak,hilang atau ada kendala lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat lebaran biasa dipergunakan untuk bersilaturahmi dengan keluarga,tetangga maupun sahabat.Bahkan,terkadang dimanfaatkan untuk berdarmawisata.Sehingga,kebutuhan kendaraan menjadi penting.Karena itu,para pejabat <strong>Pemkab Pacitan</strong> diperbolehkan menggunakan mobil dinas(mobdin).&#8217;Boleh dipergunakan untuk keperluan lebaran.Tetapi,dengan batasan tertentu,&#8217;kata Sekretaris Daerah(Sekda) Mulyono.<br />
<span id="more-701"></span><br />
Batasannya,kata sekda,pejabat yang bersangkutan harus melekat pada kendaraan tersebut.Begitu juga jika terjadi risiko akibat penggunaan mobdin.Misalnya,jika kendaraan rusak,hilang atau ada kendala lainnya. Tentunya,semua itu menjadi tanggung jawab pejabat yang bersangkutan.</p>
<p>Hanya,Mulyono menegaskan,tidak semua kendaraan dinas boleh digunakan berlebaran.Contohnya,kendaraan dinas operasional.Tetapi,jika ada ada kepentingan yang berhubungan dengan dinas dan pelayanan pada masyarakat,bisa dipergunakan.</p>
<p>Lebih lanjut,Sekda mengatakan,libur lebaran sesuai aturan yang ada akan dimulai 9-13September 2010. Sehingga,mulai 14 September,seluruh PNS di lingkup Pemkab Pacitan,harus sudah kembali masuk kerja.<br />
Untuk pemberian parcel,sesuai aturan yang ada tentang gratifikasi,pemberian hadiah dengan maksud tertentu, dilarang.Ini berlaku bagi pejabat pemkab setempat juga dilarang menerima parcel dengan maksud-maksud tertentu.Tetapi,jika parcel itu dari sanak saudara,maupun tetangga dan kapasitasnya bukan sebagai pejabat,dipersilahkan menerima.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pejabat-pemkab-pacitan-boleh-gunakan-mobdin-dilarang-terima-parcel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PNS di Pacitan Harus Netral Dalam Pilkada</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pns-di-pacitan-harus-netral-dalam-pilkada.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pns-di-pacitan-harus-netral-dalam-pilkada.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 13:44:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Cpns]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Etos Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Good Governance]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pegawai Negeri Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PNS di Pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=673</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang perhelatan Pilkada Pacitan Desember 2010 nanti,para pegawai negeri sipil(PNS)harus berhati-hati.Khususnya,dalam menjaga netralitas sebagai aparatur birokrasi.Apalagi setelah terbit Peraturan Pemerintah(PP)Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS sebagai pengganti PP Nomor 30 Tahun 1980.&#8217;PP tersebut menjadi acuan penting dalam pelaksanaan tugas-tugas aparatur birokrasi,&#8217;kata Sekretaris Daerah(Sekda) Pacitan Mulyono. Terlebih,dalam PP 53 itu memuat kewajiban,larangan, sanksi dan hukuman.Terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang perhelatan Pilkada Pacitan Desember 2010 nanti,para pegawai negeri sipil(PNS)harus berhati-hati.Khususnya,dalam menjaga netralitas sebagai aparatur birokrasi.Apalagi setelah terbit Peraturan Pemerintah(PP)Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS sebagai pengganti PP Nomor 30 Tahun 1980.&#8217;PP tersebut menjadi acuan penting dalam pelaksanaan tugas-tugas aparatur birokrasi,&#8217;kata Sekretaris Daerah(Sekda) Pacitan Mulyono.<br />
<span id="more-673"></span><br />
Terlebih,dalam PP 53 itu memuat kewajiban,larangan, sanksi dan hukuman.Terkait hal itu,sekda meminta keberadaan PP tidak dipandang sebagai alat untuk membatasi gerak PNS.Tetapi,justru merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam mewujudkan good governance dan clean government.Di antaranya juga mengatur tentang keterlibatan PNS dalam politik praktis,seperti dalam pilkada misalnya.<br />
Soal sanksi,lanjut Mulyono,ada kriteria tertentu. Mulai sanksi ringan,sedang maupun berat,sesuai tingkat kesalahan yang dilakukan PNS.Bahkan,jika terbukti melakukan pelanggaran berat,juga akan diberikan sanksi sampai pemecatan.</p>
<p>Karena itu,pihaknya akan segera mensosialisasikan PP baru itu pada masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Daerah(SKPD).Sehingga,semua akan memahaminya.Bahkan, pelaksanaan sosialisasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat.Dengan PP baru itu,tindakan tegas terhadap penyimpangan disiplin pegawai akan dilakukan.Hal itu sebagai upaya perbaikan kinerja dan etos kerja aparatur.&#8217;Dengan begitu,aparatur akan bekerja secara profesioanal dan mengabdi sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan masyarakat,&#8217;papar Mulyono.</p>
<p>Lebih lanjut,Mulyono mengungkapkan,para CPNS baru akan ditempatkan di sejumlah wilayah.Tujuannya,mereka benar-benar mengetahui dan memahami dengan sungguh-sungguh kondisi wilayah Pacitan.&#8217;Terkait penempaan CPNS baru itu memang sesuai petunjuk Pak Bupati (Bupati Pacitan,red),&#8217;jelas Sekda.</p>
<p>Tidak itu saja,keberadaan mereka juga untuk melihat sejauh mana akurasi database kependudukan.Khususnya, mengetahui tingkat kemiskinan dan aksesbilitas pelayanan kesehatan.Di sisi lain,keberadaannya nanti, juga diharapkan mampu menggali potensi masyarakat. Tentunya,upaya itu sesuai dengan bidang tugas dan pokok fungsi(tupoksi)masing-masing pegawai. Direncanakan,penempatan CPNS baru itu akan dimulai September.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pns-di-pacitan-harus-netral-dalam-pilkada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Miskin di Pacitan, Gigit Jari, Pacitan Tak Pernah Dapat Bantuan PKH</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/warga-miskin-di-pacitan-gigit-jari-pacitan-tak-pernah-dapat-bantuan-pkh.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/warga-miskin-di-pacitan-gigit-jari-pacitan-tak-pernah-dapat-bantuan-pkh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 10:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Magetan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[program PKH]]></category>
		<category><![CDATA[program PKH di pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[warga miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Miskin di Pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu daerah tertinggal,hingga saat ini di Kabupaten Pacitan masih tercatat 54 ribu warga miskin.Itu terlihat dari data rumah tangga sasaran(RTS)penerima bantuan langsung tunai(BLT)tahun ini.Sayangnya,dalam program BLT khusus atau program keluarga harapan(PKH),warga miskin di kampung halaman Presiden SBY ini harus gigit jari.&#8217;Setiap tahun kami selalu mengusulkannya.Tetapi,tidak pernah mendapatkannya,&#8217;kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu daerah tertinggal,hingga saat ini di <strong>Kabupaten Pacitan</strong> masih tercatat 54 ribu <strong>warga miskin</strong>.Itu terlihat dari data rumah tangga sasaran(RTS)penerima bantuan langsung tunai(BLT)tahun ini.Sayangnya,dalam program BLT khusus atau program keluarga harapan(PKH),warga miskin di kampung halaman Presiden SBY ini harus gigit jari.&#8217;Setiap tahun kami selalu mengusulkannya.Tetapi,tidak pernah mendapatkannya,&#8217;kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Pacitan Marwan.<br />
<span id="more-671"></span><br />
Padahal,jumlah warga miskin yang memenuhi syarat dan layak mendapatkan program itu jumlahnya berkisar 12 ribu sampai 15 ribu RTS.Terlebih,bantuan itu sangat berarti bagi warga yang sangat membutuhkan. Sebaliknya,sejumlah kabupaten di eks Madiun,seperti Ponorogo,Ngawi dan Magetan telah mendapatkannya.&#8217;Kita tidak tahu mengapa Pacitan tidak pernah dapat,&#8217;imbuh Marwan setengah mengeluh.<br />
Tidak itu saja,sejumlah program lainnya,seperti rumah tidak layak huni(RTLH)juga tak pernah direalisasi. Padahal,program yang berorientasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga miskin itu jumlahnya juga mencapai belasan ribu.Jumlah itu didasarkan dari survei petugas di lapangan.Bahkan,petugas sudah memiliki data yang diperkuat dengan foto rumah berikut RTS.&#8217;Pihak kementerian sosial sebatas menjanjikan saja,&#8217; terangnya.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah,Kepala Cabang PT Pos Indonesia setempat Totok Sumanto juga membenarkan hal itu.Sejak menjabat sebagai kepala cabang di Pacitan,belum pernah membayarkan BLT khusus PKH.&#8217;Saya dan teman-teman di PT Pos juga heran,mengapa Pacitan tidak dapat,&#8217;kata Totok.</p>
<p>Sebagai pembanding,sejumlah daerah yang strata ekonominya realtif lebih maju seperti Pasuruan maupun eks Karesidenan Madiun lainnya banyak yang mendapatkan <strong>program PKH</strong>.Sebaliknya,Pacitan yang memiliki banyak warga miskin tidak mendapatkannya.&#8217;Saat bertugas di Pasuruan,sekitar tahun 2009,saya pernah membayarkan PKH,&#8217;terangnya.</p>
<p>Dulu,program itu diberikan setiap empat bulan sekali. Tetapi,sekarang,penyaluran program itu menjadi tiga bulan sekali.Kriterianya,warga miskin yang masih memiliki anak sekolah aktif.Hanya,jumlah bantuan tersebut bervariasi,tergantung jumlah anak yang aktif dalam keluarga miskin.&#8217;Mungkin,jumlah maksimal sekitar Rp600ribu,&#8217;kata Totok.</p>
<p>Hanya,pelaksanaan program itu cukup ketat.Misalnya, untuk memastikan anak sekolah ada blangko yang harus diisi dan dikuatan keterangan dari pihak sekolah. Begitu juga penyalurannya,ada petugas pendamping yang terus mengikuti dan mencatatnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/warga-miskin-di-pacitan-gigit-jari-pacitan-tak-pernah-dapat-bantuan-pkh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Teluk Pacitan, Perlu Didukung Infrastruktur Sempurna</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pembangunan-teluk-pacitan-perlu-didukung-infrastruktur-sempurna.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pembangunan-teluk-pacitan-perlu-didukung-infrastruktur-sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 14:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Air Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Aliran Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kelautan Dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelautan Dan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Yang]]></category>
		<category><![CDATA[teluk Pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Akan dimulainya pembangunan Teluk Pacitan sebagai sentra perikanan terintegrasi, dinas terkait kabupaten dan provinsi gelar rapat di ruang pertemuan Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan kemarin. &#8221;Rapat ini kali kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta,&#8221; kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan Indartato. Karena itu, lanjut Indartato, rapat itu diikuti sektor pariwisata, perkebunan, kehutanan, pertanian, industri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akan dimulainya pembangunan <strong>Teluk Pacitan</strong> sebagai sentra perikanan terintegrasi, dinas terkait kabupaten dan provinsi gelar rapat di ruang pertemuan <strong>Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan</strong> kemarin. &#8221;Rapat ini kali kedua setelah sebelumnya digelar di Jakarta,&#8221; kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan Indartato.<br />
<span id="more-578"></span><br />
Karena itu, lanjut Indartato, rapat itu diikuti sektor pariwisata, perkebunan, kehutanan, pertanian, industri, koperasi dan lain sebagainya. Selain itu juga melibatkan tim ahli. Sebab, dalam program itu, semua sektor tersebut perlu didukung infrastruktur yang sempurna. Misalnya, mulut teluk dibangun break water (pemecah ombak, Red), pabrik pengolahan ikan dan sebagainya.</p>
<p>Tidak itu saja, lantaran akan dikembangkan sektor pariwisata, perlu dilakukan penghijauan di daerah aliran sungai (DAS). Hal itu untuk menghindari warna kecoklatan air sungai yang masuk kawasan pantai. Begitu juga beberapa pusat kegiatan ekonomi berbasis perikanan juga akan dibangun. &#8221;Intinya, dinas terkait membahas konsep pusat mulai perencanaan, pelaksanaan hingga paska pembangunannya,&#8221; terang Indartato.</p>
<p>Dalam pembahasan itu juga memadukan konsep dari tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia serta tim ahli departemen. Tentunya, dengan pembahasan terpadu itu, akan diperoleh kesimpulan menjadikan Tamperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hasilnya, akan dikirim ke Pusat. &#8221;Sehingga ada konsep terpadu antara Pacitan, propinsi dan Pusat,&#8221; tandas Indartato.</p>
<p>Diakui, semua pembahasan konsep-konsep itu ada batasan waktu. Sehingga, terus dilakukan secara estafet. Terlebih, mulai 2011 nanti, kegiatan pembangunan fisik mulai dilakukan. Lebih lanjut, Indartato berharap, nantinya masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton. Paling tidak, pembangunan kawasan terpadu itu semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sejumlah nelayan mulai dibeklai berbagai pengetahuan dan pelatihan mengoperasikan kapal besar dan sebagainya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pembangunan-teluk-pacitan-perlu-didukung-infrastruktur-sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Lelang Patung Jenderal Sudirman di Pacitan</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/kontroversi-lelang-patung-jenderal-sudirman-di-pacitan.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/kontroversi-lelang-patung-jenderal-sudirman-di-pacitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 12:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota Dprd]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jenderal Sudirman]]></category>
		<category><![CDATA[Lelang]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen]]></category>
		<category><![CDATA[Nawangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pakisbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Patung]]></category>
		<category><![CDATA[Patung Jenderal Sudirman di Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Proaktif]]></category>
		<category><![CDATA[Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Purwantoro]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Mencuatnya kasus lelang patung dan rumah bekas markas gerilya Jenderal Sudirman di Pakisbaru, Nawangan, membuat Lancur Susanto, anggota DPRD Pacitan asal daerah pemilihan Bandar-Nawangan, prihatin. Sejak mendengar kabar itu, Lancur yang tinggal hanya sekitar satu kilometer dari kawasan monumen itu, langsung merasa kehilangan. &#8221;Sulit rasanya mencari kata-kata untuk mengungkapkan keprihatinan ini,&#8221; kata Lancur. Legsilator Partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencuatnya kasus lelang patung dan rumah bekas markas gerilya Jenderal Sudirman di Pakisbaru, Nawangan, membuat Lancur Susanto, anggota DPRD Pacitan asal daerah pemilihan Bandar-Nawangan, prihatin. Sejak mendengar kabar itu, Lancur yang tinggal hanya sekitar satu kilometer dari kawasan monumen itu, langsung merasa kehilangan. &#8221;Sulit rasanya mencari kata-kata untuk mengungkapkan keprihatinan ini,&#8221; kata Lancur.<br />
<span id="more-550"></span><br />
Legsilator Partai Golkar ini mengatakan, sosok Jenderal Sudirman, kelahiran Bodas Karangjati, Purbalingga, itu tidak saja berjasa besar terhadap NKRI. Tetapi, keteladanan dan semangat pantang menyerah menginspirasi masyarakat Pakisbaru untuk bangkit dari ketertinggalanya. &#8221;Kami berharap pemkab proaktif dan koordinasi dengan para ahli waris,&#8221; katanya.</p>
<p>Dulu, rute gerilya hanya jalan setapak. Sekarang, jalan menuju kawasan monumen sudah diaspal hotmiks. Perekonomian warga sekitar pun meningkat. Terlebih, setiap hari libur ratusan hingga ribuan pengunjung datang silih berganti. Tidak itu saja, nama Pakisbaru pun dikenal masyarakat luas. Semua itu tidak terlepas dari keberadaan monumen Pak Dirman dan bekas pengikutnya almarhum Roto Suwarno.</p>
<p>Diakui, beberapa waktu lalu salah satu perwakilan keluarga pernah mengatakan akan menghibahkan kawasan monumen ke pemerintah tanpa mengharap ada imbalan. Namun di tengah perjalanan, muncul permasalahan seperti itu. Mungkin, ahli waris merasa ditinggalkan dalam proses pembangunannya. &#8221;Ketika akan direvitalisasi pertengahan tahun 2008 lalu, tidak ada persoalan. Itulah sebabnya, pihak-pihak yang berkepentingan harus duduk bersama mencari akar pemasalahan sekaligus menyelesaikannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Pasca-kabar dilelangnya kawasan monumen, jumlah pengunjungkian meningkat. Namun, kebanyakan dari mereka mengaku kecewa dengan mencuatnya kabar itu, kendati tidak tahu persoalannya. &#8221;Monumen ini nilai sejarahnya sangat tinggi. Mengapa dilelang?&#8221; ujar Ninik, salah seorang pengunjung asal Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.</p>
<p>Seharusnya, sebagai obyek wisata minat khusus, keberadaan kawasan monumen justru harus dioptimalkan pengelolaannya. Sehingga, tidak saja menarik pengunjung lebih banyak. Tetapi, juga menjadi media membangkitkan semangat kebangsaan dan patriotisme di era global sekarang ini. Apalagi, dari puncak monumen, bisa melihat sejumlah kota di Wonogiri, Gunung kidul dan Ponorogo. &#8221;Udaranya segar dan pemandangannya mengagumkan. Sayang kalau dilelang,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara Tukiran, ketua I Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Pacitan, mengatakan tidak rela jika patung monumen berikut rumah bekas markas gerilya dilelang. Sebab, bagi para mantan pejuang yang masih hidup, patung perunggu Jenderal Sudirman setinggi sekitar delapan meter itu, tidak hanya menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia. Lebih dari itu, sosok mantan Panglima Besar TKR/TNI yang dikenal pantang menyerah, tulus-ikhlas berjuang untuk mengembalikan kemerdekaan negaranya. &#8221;Sebaiknya, monumen Pak Dirman dibeli oleh pemerintah,&#8221; katanya.</p>
<p>Pensiunan anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 521 ini menjelaskan, pemerintah daerah seharusnya tetap berusaha mempertahankan keberadaan patung Pak Dirman. Jangan sampai patung tersebut dibawa ke luar daerah. Apalagi, dimiliki pribadi atau pihak asing. &#8221;Pemahamannya sama dengan menjual pahlawan,&#8221; tandasnya.</p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/kontroversi-lelang-patung-jenderal-sudirman-di-pacitan.html" title="kontroversi patung jendral sudirman pacitan">kontroversi patung jendral sudirman pacitan</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.49 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/kontroversi-lelang-patung-jenderal-sudirman-di-pacitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Gerebek Warnet Porno di Pacitan</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/polisi-gerebek-warnet-porno-di-pacitan.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/polisi-gerebek-warnet-porno-di-pacitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 12:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Aparat]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[film porno]]></category>
		<category><![CDATA[komputer server]]></category>
		<category><![CDATA[Kuhp]]></category>
		<category><![CDATA[Luna]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaga warnet]]></category>
		<category><![CDATA[Razia]]></category>
		<category><![CDATA[razia HP]]></category>
		<category><![CDATA[Undang Undang]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>
		<category><![CDATA[warnet di Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet Porno]]></category>
		<category><![CDATA[Warnet Porno di Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[warung internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Lantaran menyediakan film porno dua warung internet (warnet) di Pacitan digerebek polisi. Masing-masing di Jalan DI Panjaitan dan di Jalan Dr Wahidin. Akibatnya, dua penjaga warnet tersebut T, 20 dan LT, 22, harus berurusan dengan aparat. &#8221;Keduanya diduga sengaja menyediakan, menyiarkan dan mempertunjukkan film porno yang tersimpan dalam komputer server warnetnya,&#8221; kata Kapolres Pacitan AKBP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lantaran menyediakan <strong>film porno</strong> dua warung internet (warnet) di Pacitan digerebek polisi. Masing-masing di Jalan DI Panjaitan dan di Jalan Dr Wahidin. Akibatnya, dua penjaga warnet tersebut T, 20 dan LT, 22, harus berurusan dengan aparat. &#8221;Keduanya diduga sengaja menyediakan, menyiarkan dan mempertunjukkan film porno yang tersimpan dalam komputer server warnetnya,&#8221; kata Kapolres Pacitan AKBP Gatot Haribowo melalui Kasatreskrim AKP Sukimin.<br />
<span id="more-521"></span><br />
Modus operandinya, kedua warnet itu menyediakan file film porno dalam komputer server. File tersebut bisa diakses langsung oleh penyewa dari komputer di bilik-bilik warnet tersebut. Bahkan, di komputer itu juga ditemukan gambar dan film porno mirip artis Ariel-Luna.</p>
<p>Selain mengamankan barang bukti, polisi juga sudah meminta keterangan pada para penjaga warnet. Dalam pengembangan nanti, polisi akan memeriksa saksi lain, termasuk para pengguna yang sering memanfaatkan jasa warnet tersebut. &#8221;Setelah semua saksi diperiksa, polisi tinggal memanggil pengelolanya,&#8221; imbuh Sukimin.</p>
<p>Dijelaskan, penggerebekan itu merupakan instruksi pimpinan terkait maraknya peredaran film esek-esek mirip artis yang saat ini gencar menjadi pembicaraan publik. Karena itu, polisi langsung melakukan razia pada sejumlah warnet di Pacitan. Dari beberapa warnet yang dirazia, dua di antaranya kedapatan menyediakan file film esek-esek. Jika terbukti, polisi akan menjerat dengan pasal berlapis. Di antaranya, Undang-undang RI Nomor 44 tahun 2008, tentang Pornografi dan pasal 282 ayat 1 dan ayat 3 KUHP.</p>
<p>Disinggung langkah antisipasi jajarannya agar pornografi tidak beredar lebih luas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat maupun masing-masing lembaga sekolah. Tujuannya, untuk melakukan pembinaan pada siswa. Misalnya, menghadirkan polisi saat upacara bendera. Selain itu, secara berkala akan dilakukan razia HP milik siswa. Sebab, gambar atau video porno juga bisa diakses atau disimpan di dalam HP. </p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/polisi-gerebek-warnet-porno-di-pacitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir, Petani di Pacitan Rugi Puluhan Juta</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/banjir-petani-di-pacitan-rugi-puluhan-juta.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/banjir-petani-di-pacitan-rugi-puluhan-juta.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 04:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Benih]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[palawija]]></category>
		<category><![CDATA[Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Pelak]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman Pangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Bencana banjir di sejumlah wilayah Pacitan selama Januari sampai April 2010 menyebabkan 100 hektare tanaman padi terendam. Dari jumlah luasan itu 19 hektare di antaranya puso. Sedang untuk masa tanam Mei sampai Agustus, beberapa lahan sawah juga terendam banjir. &#8221;Luasan sawah terendam banjir, yang tanam mulai Mei masih diinventarisir petugas lapangan,&#8221; kata Kepala Dinas Tanaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bencana banjir di sejumlah wilayah Pacitan selama Januari sampai April 2010 menyebabkan 100 hektare tanaman padi terendam. Dari jumlah luasan itu 19 hektare di antaranya puso. Sedang untuk masa tanam Mei sampai Agustus, beberapa lahan sawah juga terendam banjir. &#8221;Luasan sawah terendam banjir, yang tanam mulai Mei masih diinventarisir petugas lapangan,&#8221; kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pacitan Bambang Supriyoko, kemarin (14/6).<br />
<span id="more-477"></span><br />
Jika dinominalkan, lanjut Bambang, jumlah kerugian yang dialami petani lantaran tanaman padinya puso (19 hektare) berkisar Rp 38 juta. Estimasi itu didasarkan pada perkiraan nilai produksi rata-rata Rp 2 juta perhektare. Menyikapi hal itu, pihaknya mengusulkan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) maupun Cadangan Benih Nasional ke Pusat. &#8221;Kami tidak memiliki stok bantuan benih,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Kerugian akibat bencana banjir cukup banyak. Seperti keruskan lahan lain, mulai ringan, sedang hingga berat. Meski dari lahan terdampak masih bisa panen, namun diyakini nilai dan jumlahnya tidak sebanyak dalam kondisi normal. Belum lagi kerusakan sarana irigasi di dua kecamatan, yaitu Arjosari dan Ngadirojo.</p>
<p>Meski demikian, penyimpangan iklim yang terjadi tahun ini dan menyebabkan banjir juga ada sisi positifnya. Sebab, hingga saat ini, curah hujan masih cukup untuk melakukan tanam padi. Dulu, biasanya, bulan April sudah memasuki musim kemarau dan lahan pertanian kesulitan mendapatkan air. Tetapi, tahun ini sampai Juni, curah hujan masih banyak.</p>
<p>Sehingga, sangat memungkinkan untuk dilakukan tanam padi.Diakui Bambang, masih banyaknya petani yang nenanam padi, juga berdampak pada tanaman palawija dan lainnya. Salah satunya,sayur mayur. Sehingga, produksinya menjadi sedikit. Tak pelak, harga di pasar naik signifikan.</p>
<p>Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan pihaknya terus mengawal kegiatan pertanian, mulai tanam sampai panen. Ada sejumlahpetugas lapangan yang diterjunkan ke wilayah. Sehingga, dari kegiatan musim tanam, terus dilakukan evaluasi. Selain itu, irigasi juga menjadi perhatian. Untuk mengembangkan jaringan tersebut, ada program Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT). Hanya, program itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Di antaranya, pembangunan JITUT harus berdampak pada peningkatan indeks pertanian (IP). Misalnya, jika sebelumnya padi bero (tidak bisa ditanami, Red), menjadi padi-palawija. </p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/banjir-petani-di-pacitan-rugi-puluhan-juta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKL Alun-Alun Kota Ngawi Semrawut</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pkl-alun-alun-kota-ngawi-semrawut.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pkl-alun-alun-kota-ngawi-semrawut.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 04:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Alun-Alun Kota Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Dprd]]></category>
		<category><![CDATA[Kontras]]></category>
		<category><![CDATA[Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Kaki Lima]]></category>
		<category><![CDATA[Pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Ngawi]]></category>
		<category><![CDATA[Perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pkl]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat]]></category>
		<category><![CDATA[Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wahana]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Pemandangan kontras masih tampak di kawasan alun-alun Ngawi menjelang perayaan hari jadi 7 Juli mendatang. Pemkab Ngawi belum bersolek sedikit pun di pusat keramaian itu. Bahkan, kondisi semakin semrawut dengan melubernya pedagang kaki lima (PKL). Tak hanya menjejali Jalan Merdeka yang selama ini menjadi pusat PKL, kini para pedagang sudah merambah di jalan trotoar seputaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemandangan kontras masih tampak di kawasan alun-alun Ngawi menjelang perayaan hari jadi 7 Juli mendatang. Pemkab Ngawi belum bersolek sedikit pun di pusat keramaian itu. Bahkan, kondisi semakin semrawut dengan melubernya pedagang kaki lima (PKL).</p>
<p>Tak hanya menjejali Jalan Merdeka yang selama ini menjadi pusat PKL, kini para pedagang sudah merambah di jalan trotoar seputaran alun-alun. Di kawasan timur, depan Kantor DPRD Ngawi misalnya. Sepekan terakhir sudah ditumbuhi lapak-lapak baru para PKL.<br />
<span id="more-471"></span><br />
Meski sifatnya semipermanen, kondisi itu jelas mengganggu pejalan kaki dan ketertiban umum. &#8221;Sudah tidak bisa lagi jalan di trotoar, banyak ditempati para pedagang masalahnya,&#8221; terang Hartoyo, salah seorang warga.</p>
<p>Alih fungsi pemanfaatan itu, kata dia, jelas sangat merugikan. Seiring semakin tidak tertatanya PKL tentu menambah carut marutnya kondisi pusat keramaian tersebut. Padahal, rencananya alun-alun bakal dijadikan wahana rekreasi keluarga dan pusat permainan anak-anak. &#8221;Sekarang saja, mau jalan-jalan untuk mengelilingi alun-alun sudah susah. Apalagi nanti,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, petugas satpol PP terkesan kurang gereget mengatasi permasalahan klasik itu. Itu terlihat jelas dalam operasi kemarin pagi (14/6). Sedikitnya, 10 personel yang diterjunkan hanya putar-putar di areal alun-alun. Dan, sesekali berhenti menyosialisaikan larangan berjualan  Menariknya, saat didatangi rombongan wartawan, petugas satpol itu langsung kabur entah kemana. &#8221;Maaf kami hanya sosialisasi, langsung saja ke kantor,&#8221; terang salah satu petugas.</p>
<p>Sementara, Kasi Operasi Satpol PP setempat, Peggy Yudo saat ditemui  di ruangannya mengatakan, pihaknya masih koordinasi dengan satuan kerja (satker) terkait untuk penertiban PKL tersebut. &#8221;Menunggu rapat koordinasi yang membahas agenda hari jadi, setelah itu kami akan bertindak,&#8221; kilahnya.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/pkl-alun-alun-kota-ngawi-semrawut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Sayuran di Pacitan Mulai Turun, Pasca-Aksi Mogok Ratusan Ethek</title>
		<link>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/harga-sayuran-di-pacitan-mulai-turun-pasca-aksi-mogok-ratusan-ethek.html</link>
		<comments>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/harga-sayuran-di-pacitan-mulai-turun-pasca-aksi-mogok-ratusan-ethek.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 03:21:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>portal madiun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Baleharjo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Singkong]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Jualan]]></category>
		<category><![CDATA[Kangkung]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[Panen]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Minulyo]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang ethek]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Sayuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.portalmadiun.web.id/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Pacitan, khususnya ibu rumah tangga, kembali bisa bernafas lega. Sejak kemarin (12/6), harga-harga sayuran mulai stabil. Tidak itu saja, ibu-ibu juga tidak kesulitan lagi mendapatkan kebutuhan memasak sehari-hari. &#8221;Harga sudah mulai turun,&#8221; kata Sri Utami, 40, pedagang di blok sayuran pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, Minggu (13/6). Dijelaskan, terkait harga sayur mayur, memang sangat fluktuatif. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Pacitan, khususnya ibu rumah tangga, kembali bisa bernafas lega. Sejak kemarin (12/6), harga-harga sayuran mulai stabil. Tidak itu saja, ibu-ibu juga tidak kesulitan lagi mendapatkan kebutuhan memasak sehari-hari. &#8221;Harga sudah mulai turun,&#8221; kata Sri Utami, 40, pedagang di blok sayuran pasar Minulyo, Baleharjo, Pacitan, Minggu (13/6).</p>
<p>Dijelaskan, terkait harga sayur mayur, memang sangat fluktuatif. Semua tergantung pasokan dari petani maupun pedagang besar asal luar kota. Artinya, jika pasokan melimpah, secara otomatis harganya pun murah. Tetapi, sebaliknya, jika pasokan dari petani sedikit, sedang pedagang besar juga tersendat, otomatis harga menjadi mahal. Bahkan, dalam hitungan jam bisa mengalami kenaikan signifikan.<br />
<span id="more-468"></span><br />
Sri mengungkapkan, seperti kacang panjang misalnya. Saat musim panen, harga standar sayuran ini hanya berkisar Rp 1.500 perikat. Namun, tingginya curah hujan dan banjir menyebabkan harga sayuran naik menjadi Rp 3 ribu perikat. &#8221;Dua hari lalu, harganya memang melejit hingga Rp 5 ribu perikat,&#8221; terang Sri.</p>
<p>Selain kacang panjang, kangkung dan daun singkong juga mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya seribu rupiah pertiga ikat, melejit menjadi seribu perikat. Persoalannya, hanya sedikit petani yang menjual hasil pertaniannya ke pasar. Sebab, mereka terkendala hujan, longsor maupun tanamannya membusuk.</p>
<p>Sebenarnya, lanjut Sri, hal itu bisa disiasati dengan mengurangijumlah ikatan. Artinya, dua ikat sayuran bisa dijadikan tiga ikat.Sehingga, harga tidak naik namun volumenya yang berkurang. Dengan cara seperti itu, tidak terlalu berdampak pada kompalin dari konsumen.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, naiknya harga sayuran membuat ratusan pedagang ethek melakukan aksi mogok jualan, Jumat (11/6) lalu. Bahkan, sejak pukul 02.00 dini hari, mereka tidak tidak mengambil dagangan, melainkan hanya duduk bergerombol di depan pasar.</p>
<p>Akibatnya, sejumlah pedagang selain sayur mayur mengaku terkena dampak aksi mogok pedagang ethek. Sebab, dagangannya menjadi sepi. Biasanya, mulai pukul 03.00, dagangannya sudah habis diborong pedagang ethek. </p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.portalmadiun.web.id/berita-mawirotaman/berita-pacitan/harga-sayuran-di-pacitan-mulai-turun-pasca-aksi-mogok-ratusan-ethek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
