Pembangunan mega proyek RSUD Soeroto Ngawi, terus dikebut. Memasuki bulan Maret, penggarapan infrastruktur kesehatan yang menelan anggaran Rp 9 miliar itu tinggal menyisakan finishing bagian luar gedung. Dijadwalkan, dua pekan ke depan pembangunan fisik akan rampung.
Kabag Administrasi Pembangunan M Taufik mengatakan, deadline pengerjaan pembangunan RSUD Soeroto 20 Maret mendatang. Hal itulah yang menyebabkan beberapa fasilitas yang belum terselesaikan terus menjalani pembenahan. Termasuk, halaman gedung yang belum tersentuh sama sekali. ”Rekanan, yakni PT Sumber Mas Jati sampai melemburkan seluruh pekerja agar tahapan pembangunan segera selesai,” terangnya.
Pembangunan gedung dua lantai itu, kata dia, mengalami kemunduran dari jadwal semula. Yakni, 31 Desember 2009. Lantaran, sterkendala beberapa aset bangunan yang lama masih berdiri saat ditenderkan. Namun demikian, molornya pembangunan tidak mempengaruhi Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL). ”Jadi, anggaran proyek tetap APBD 2009, meski pembangunannya menelan waktu sampai 2010,” ungkapnya.
Kendala lain pembangunan fasilitas kesehatan yang kabarnya akan mengadopsi pelayanan berstandar nasional itu, lanjut Taufik, Tak perencanaan dan pelaksanaan yang terkadang mengalami perubahan. Khususnya, fasilitas tambahan yang bersifat konstruktif. ”Hal yang wajar bila dalam proses pengerjaan lebih mengutamakan kekokohan dan desain,” tuturnya.
Taufik lantas mencontohkan penambahan sirip yang menjulang ke atas tepat di tengah-tengah bangunan. Berdasar perencanaan, sirip yang dikendaki itu cukup menggunakan batu bata. Tapi setelah diteliti secara selektif ternyata tak menjamin bangunan akan berdiri kokoh. ”PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, Red) akhirnya memutuskan sirip harus dicor. Hanya saja, konsekuensinya ada beberapa bagian yang pembangunannya dikurangi,” pungkasnya.
JPNN