Penataan kawasan alun-alun yang benar-benar representatif kian diseriusi Pemkot Madiun. Wali Kota Bambang Irianto memasang target konsep yang dinamainya Madiun Square itu bisa terealisasi. Pantauan di kawasan alun-alun kemarin, geliat penataan yang dilakukan pemkot mulai tampak. Belasan pohon kelapa sawit sengaja ditanam. Selain itu, pipa paralon dipasang untuk resapan air.
”Ya, ditata pelan-pelan dulu lah, tapi kami menargetkan tahun ini selesai. Anggarannya sudah ada, jika kurang nanti disediakan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan),” ujar Bambang Irianto.
Bambang menegaskan, komitmen untuk menata total alun-alun tetap dijalankan. Dia tak menampik kondisi lapangan besar itu cukup memprihatinkan. Bahkan, orang nomor satu dijajaran Pemkot Madiun itu menggambarkan, alun-alun sekarang tak ubahnya seperti sawah. Sebab, terdapat banyak genangan yang cukup mengganggu kenyamanan. ”Nanti dibangun yang baik, tidak seperti sawah seperti ini. Banyaknya genangan karena kurang bagusnya resapan air,” ujarnya.
Ditanya sepintas soal alun-alun di masa depan, Bambang terang-terangan bakal mengadopsi konsep taman yang ada di Guangzhou China. Dia mengaku kagum dengan indahnya penataan taman di Tiongkok itu. Dikatakan, di sana hanya ada pejalan kaki dan pedagang kaki lima yang tertata rapi. ”Meski tidak sepenuhnya mengadopsi sama dengan yang ada di Guangzhou, tapi kita punya konsep yang mirip lah,”jelasnya.
Menurut dia, kawasan alun-alun ke depan bakal steril dari kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua. Hanya ada PKL yang betul-betul tertata dan pejalan kaki saja. Konsep yang dinamainya Madiun Square itu bakal diwujudkan tahun ini. ”Kita selesaikan fisik dulu, baru setelah itu penataan PKL.”ujarnya.
Bambang menambahkan, dikebutnya pentaan alun-alun juga ada hubungannya dengan penilaian Adipura dan pelaksanaan MTQ se-Jawa Timur 2011 mendatang. ”Kita tentu tak ingin saat banyak peserta MTQ ke kota ini, alun-alun belum tertata rapi,” jelasnya.
JPNN
pkl alun alun kota madiun