Thursday, July 29, 2010 22:38

Siswa SMAN 1 Madiun, Raih Juara I LKTI dan Lomba Lintas Alam

Oleh portal madiun pada Sunday, March 7, 2010, 11:22

Siswa SMAN 1 Kota Madiun kembali menorehkan prestasi. Kali ini tim KIR sekolah itu berhasil meraih juara pertama lomba karya tulis ilmiah (LKTI). Pada waktu bersamaan, Dwi Masyitoh, salah seorang murid, menyabet juara satu lomba lintas alam.

RONA kegembiraan masih terlihat jelas di wajah lima siswa SMAN 1 Kota. Maklum, pertengahan Februari lalu, mereka berhasil meraih juara pertama LKTI yang digelar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya. Selain itu, lomba lintas alam di Tulungagung. ”Untuk lomba KIR kejuraannya tanggal 10 Februari lalu,” ujar Alfiyah Nur Fitriani, siswa kelas XI IPA 1.

Pada lomba tersebut, Alfiyah satu kelompok dengan Agung Widodo, Aulia Fitria Herdiana dan Iga Permata. Mereka tergabung dalam ekstrakurikuler KIR. ”Bulan Desember kami mendengar adanya kejuaraan tersebut. Akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar,” jelasnya.

Karena lomba digelar Fakultas Perikanan dan kelautan, keempat siswa itu memutuskan membuat karya tulis tentang pelestarian hasil laut. ”Kami memutuskan membuat tulisan tentang hubungan antara terumbu karang dan populasi ikan di laut,” terang Alfiah.

Wilayah geografis Kota Madiun yang jauh dari laut menjadi tantangan mereka berempat. Tak kehilangan akal, Alfiyah dkk mengaji teori dan mencari sumber-sumber dari internet. ”Kajian kami ruang lingkupnya cukup luas, yakni peraiaran di Indonesia. Karya tulis yang kami buat menceritakan pelestarian terumbu karang akan membuat populasi ikan di lautan meningkat pesat,” jelasnya.

Aulia menuturkan, dalam lomba tersebut mereka bersaing dengan 74 tim dari seluruh Indonesia. Tim dari Pontianak menjadi lawan tangguh. Sebab, KIR yang ditulis benar-benar hasil observasi di Sungai Kapuas. ”Perkiraan kami memang benar, ternyata Pontianak juga masuk final seperti kami,” terangnya.

Namun kejutan terjadi di babak final, keempat siswa itu mampu mempresentasikan dan menjawab pertanyaan juri dengan baik. Salah satu juri juga sempat memuji keputusan keempatnya mengambil tema tentang terumbu karang. Padahal, Kota Madiun jauh dari pantai. ”Dari kami berempat, tidak ada yang pernah melihat terumbu karang secara nyata. Kami hanya tahu bentuk terumbu karang dari internet. Juara pertama yang kami raih ini merupakan kebanggan tersendiri,” paparnya.

Siti Fatimah, guru pembina KIR mengaku bangga dengan pretasi anak didiknya. Selama ini KIR di SMAN 1 cukup berkembang, anggotanya kini mencapai 25 siswa. ”Pembinaan KIR bentuknya berbagai macam. Selain pertemuan rutin hari Sabtu, anak-anak juga sering diajak keluar untuk observasi lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, juara satu kompetisi lintas alam diraih Dwi Masyitoh, siswa kelas XI IPA 3. Pada even yang digelar 14 Februari lalu di Tulungagung itu, ia berhasil menyisihkan sekitar 1.500 peserta dari seluruh Indonesia. Bahkan karena kemampuannya itu, Dwi juga berhak membawa piala bergilir. ”Kejuaraan yang digelar pemegang rekor MURI jalan kaki termuda (Vinas Valentine Lindri Sahputri, Red) itu memang penuh tantangan. Sebab para peserta harus melakukan susur pantai, susur karang dan susur hutan,” ujar Dwi.

Dwi mengatakan, perlombaan tersebut dimulai pukul 24.00. Dia bersama ribuan peserta harus melewati empat pos sebelum mencapai garis finis. Dari sekian pos yang dilalui, Dwi cukup tertantang dengan pos pertama. Sebab untuk menjangkau pos tersebut, dibutuhkan waktu 3, 5 jam. ”Menuju pos satu, saya sempat tersesat selama 30 menit. Bahkan beberapa kali terpeleset dan kaki saya masuk dalam lumpur sedalam 30 centi. Benar-benar penuh tantangan,” jelas anggota ekskul Kita Cinta Alam (KICITA) ini.

Tantangan kembali dirasakan Dwi saat memasuki pos 2. Dia harus mengalahkan terjalnya karang pantai dan menyusuri gua karang. Karena posisi gelap, Dwi sering terbentur runcingnya batu karang. ”Untungnya sebelum lomba digelar, saya sudah persiapan fisik. Jadi tantangan seberat itu, alhamdulillah bisa ditaklukkan,” terangnya.

Akhirnya Dwi bisa sampai ke garis finis sekitar pukul 07.00. Namun seusai lomba, pemenang kejuraan land rock tersebut tidak langsung diumumkan. Dwi dan peserta lain, harus menunggu waktu selama seminggu. ”Seminggu setelah lomba, tiba-tiba teman saya kirim SMS. Waktu itu masih jam empat pagi, saya kaget diberitahu kalau juara satu. Rasanya bahagia sekaligus bangga,” jelasnya.

Supriyanto, guru pembina KICITA mengatakan, Dwi memang cukup menonjol dalam ekskul ini. Bahkan, Dwi sendiri yang mengajukan keikutsertaan dalam lomba ini. ”Sebelum lomba, Dwi juga mempersiapkan fisik dengan baik,” jelasnya.

JPNN

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas



Beri Tanggapan