RSUD Kota Madiun ternyata masih kekurangan tenaga medis. Kebutuhan paling mendesak adalah penambahan dokter spesialis, ahli radiologi, anastesi, dan pantologi klinis. Selain itu, rumah sakit milik provinsi tersebut membutuhkan segera tenaga medical record, rawat jalan, gawat darurat, rawat inap, bersalin, dan kamar operasi. ”Kami masih membutuhkan puluhan tenaga medis,” terang Mohammad Samhan, kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Madiun.
Menurut dia, kebutuhan pengawas di ruang rawat inap Melati juga sangat mendesak karena setiap shift hanya ada satu penjaga. Padahal, petugas harus melayani pasien anak yang butuh perhatian lebih. Sahman sempat menyebut rumah sakitnya memerlukan penambahan tenaga laboratorium dan petugas medis di ruang ICCU. ”Sebenarnya setiap kali perekrutan CPNS kami telah mengajukan penambahan tenaga. Seperti yang kami lakukan tahun 2007 dan 2009 lalu. Sayangnya untuk posisi dokter spesialis minim peminat,” ujarnya.
Dijelaskan, jumlah pekerja di RSUD Kota Madiun hanya sekitar 147 orang. Jumlah itu termasuk 7 dokter umum, 5 dokter spesialis, 47 perawat, serta 17 bidan. Sisanya, tenaga penunjang dan administrasi. Samhan menuturkan, berdasarkan standar tenaga kerja oleh Pelayanan Medis (Yanmed) Departemen Kesehatan tahun 1994, jumlah pekerja di rumah sakit tipe C sebanyak 298. Sedangkan keputusan menteri kesehatan nomor 81/Menkes/SK/1/2004 mensyaratkan rumah sakit tipe-C memiliki pekerja 220 orang.
Menurut Samhan, kurangnya tenaga medis di rumah sakitnya cukup mengganggu pelayanan medis. Bentuk pelayanan selama ini kurang ideal seperti yang dicita-citakan masyarakat akibat kurangnya tenaga. Akibatnya, pihak rumah sakit sering kali menerima komplain. ”Pasien datang dalam kondisi sakit. Biasanya orang yang sakit minta dilayani dan diperhatikan lebih. Padahal, petugas kami sedang repot dan harus melayani pasien yang lain,” paparnya.
Rencananya, dalam perekrutan CPNS mendatang, pihak RSUD kota bakal mengajukan penambahan tenaga. Total penambahan sebanyak 80 orang terdiri dari dokter spesialis, bidan, perawat, rekam medik, petugas administrasi, dan satuan pengamanan. ”Berbagai antispasi telah kami lakukan apabila posisi-posisi yang ditawarkan tidak diminati saat rekrutmen.Seperti menyekolahkan para dokter untuk mengambil spesialis,” terangnya.
Menurut Samhan, ada tiga dokter RSUD Kota Madiun yang saat ini sedang mengambil program spesialis. Yakni, spesialis mata, spesialis anak, dan spesialis jantung. ”Sebentar lagi dokter yang mengambil studi spesialis anak lulus. Sehingga menambah jumlah dokter spesalis di rumah sakit ini,” terangnya.
JPNN
Baca juga :
Komentar :