Pemkot Madiun mulai siap-siap untuk merealisasikan berdirinya Akademi Perkeretaapian. Saat ini, pemkot sudah menyediakan dua alternatif lahan yang akan dipakai akademi itu. Yakni, lahan di sekitar ring road serta di Kelurahan Manguharjo. ”Pada prinsipnya Dirjen KA setuju dengan akademi ini di Kota Madiun. Langkah kami selanjutnya menyediakan alternatif lokasi,” ujar Agung Marsudi, Kepala Bappeda Kota Madiun.
Dijelaskan Agung, lahan di ring road memiliki banyak kekurangan. Luasnya hanya sekitar 10 hektare atau separo dari total lahan yang dibutuhkan. Lahan di lokasi itu masih perlu pembebasan. ”Sebetulnya di ring road cukup strategis. Sebab satu komplek dengan wisma haji yang nantinya digunakan Politeknik Negeri. Sayangnya luas lahan terbatas,” papar Agung.
Lahan alternatif kedua, ada di Kelurahan Manguharjo, tepatnya dekat gudang yang dibangun di eks Koci. Menurut Agung, lahan itu tanah bengkok milik pemkot dengan luas 20 hektare. ”Lahan alaternatif kedua sesuai permintaan Dirjen KA. Sebab lahan cukup luas dan tidak perlu proses pembebasan,” tambahnya.
Dijelaskan Agung, lokasi tersebut cukup strategis untuk rencana pengembangan wilayah barat. ”Memang lokasi tersebut belum dilewati kendaraan umum. Tapi kita kan bisa melakukan perubahan,” jelasnya.
Terkait realisasi akademi itu, Agung belum bisa memastikan. Sebab terkait pendanaan dari APBN. ”Kedua alternatif ini akan segera kami ajukan. Jika sudah disetujui lahannya, maka wali kota akan MoU dengan Departemen Perhubungan,” terang Agung.
Diterangkan, dalam MoU tersbeut pemkot menghendaki agar masyarakat kota mendapat prioritas masuk akademi. Termasuk, menjadi karyawan di lembaga itu. ”Karena keberadaan akademi itu diharapkan ikut sejahterakan warga. Yang jelas, akademi ini memiliki prospek menjajikan. Sebab satu-satunya akdemi perkretapiaan di Indonesia yang bakal mencetak tenaga ahli di bidang moda transportasi darat itu,” ujarnya.
JPNN