Dikejar Deadline, Pembangunan Pasar Parang Magetan terancam molor

Dikejar Deadline, Pembangunan Pasar Parang Magetan terancam molor
Pembangunan pasar baru Parang terancam molor dari deadline. Pasalnya, sejak Sabtu lalu tidak ada pekerja yang beraktivitas untuk menyelesaikan pembangunan pasar yang terletak di Desa Parang itu. Bahkan, pekerja juga mulai mengemas peralatannya dan pulang begitu saja. ”Jumat, bekerja setengah hari, alat dan gudangnya sudah dibongkar, langsung di tinggal pergi, ”kata Sibun salah seorang warga Parang.

Dikatakan, pembangunan pasar yang menelan anggaran hampir satu miliar itu terancam tidak selesai. Padahal warga ingin pasar tersebut segera beroperasi. Namun, kalau melihat keadaan pasar tersebut, pria 60 tahun ini menyangsikan 22 November(sesuai deadline)selesai. Dia menyebut banyak ruko yang belum berpintu, keramik toko juga banyak yang belum terpasang. ”Garapannya cling-clong, kapan jadinya, saat ini mungkin baru 70 persen, ” tambahnya.

Dijelaskan, banyak pengerjaan yang harus digarap, misalnya sederet ruko di sebelah barat dan bagian belakang yang belum tersentuh finishing. Lantai di los itu juga masih dirabat dan belum dikeramik. Kondisi tidak jauh beda di jalan menuju los sayur juga nampak becek. ”Seharusnya cepat diselesaikan, kalau seperti ini bisa-bisa pasar ambruk, ”terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Minen, warga Kelurahan Tamanarum yang menginginkan pasar itu segera beroperasi. Namun, jika melihat pekerja yang hanya berjumlah lima orang setiap harinya dia yakin tidak akan selesai. ”Yang kerja hanya lima orang, sekarang malah pulang, ya nggak tahu kapan bisa ditempati, ” lanjutnya.

Di sisi lain, Bambang Setiawan Kepala Dinas PU Kabupaten Magetan dikonfirmasi menuturkan pekerja yang mulai pulang itu karena pesanan pintu harmonika untuk ruko tak kunjung jadi. Dia menyebutkan pekan ini pintu tersebut bisa dipasang. ”Itu bukan meninggalkan proyek, tapi karena menunggu pintu, ”ungkpanya.

Meski demikian, Bambang mengaku jika ada sejumlah pengerjaan yang belum tuntas, terutama bagian belakang dan samping sebelah barat. Tapi dia tetap yakin pengerjaan bangunan induk tuntas 22 November mendatang. Selain itu, untuk mengatasinya telah diajukan anggaran tambahan di tahun 2012 ini. Biaya tersebut digunakan untuk menambah fasilitas proyek seperti musala, paving depan, tempat bongkar muat barang dan pos jaga satpam. ”Memang anggaran cukupnya seperti itu, saya sudah usulkan Rp 8 miliar di APBD 2012, ” tambahnya.

Menurutnya, pembangunan pasar parang baru itu murni anggaran yang bersumber dari daerah. Untuk tahun ini, pemkab menyuntikkan Rp 995 juta lebih. Namun, dalam realisasinya dana tersebut kurang bisa memenuhi sejumlah kebutuhan. ”Agar lebih representatsif saja, karena pasar lama tidak muat menampung pedagang, ”ungkapnya.

JPNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>