CAK NUN DAN KYAI KANJENG TAMPIL DI IKIP PGRI MADIUN
Emha Ainun Nadjib masih menunjukkan kelasnya. Tampil bersama grup musik kontemporernya, Kyai Kanjeng, budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun itu mampu memukau ratusan pasang mata yang datang di puncak rangkaian peringatan Dies Natalis IKIP PGRI Madiun XXXVI
Kyai Kanjeng menggebrak dengan salawat-nya.Paduan aransemen alat musik modern dengan gamelan rancak mengiringi lagu pembuka sebelum Cak Nun naik panggung. Suami Novia Kolopaking itu langsung mengucap salam.
Dalam ceramahnya,Cak Nun menyinggung kondisi masyarakat Indonesia yang berada dalam ambang krisis rasa percaya diri hingga mudah goyah oleh pengaruh. Termasuk,hal-hal yang bersifat merusak karakter bangsa.”Memahami serta menerapkan budaya bangsa adalah salah satu kunci untuk menghadapi gempuran efek globalisasi yang terus menggerus nilai-nilai budaya saat ini,”ujar Cak Nun.
Pun,puncak Dies Natalis IKIP PGRI Madiun kemarin sengaja mengusung tema ‘Membangun Karakter Bangsa Berdasarkan Kearifan Lokal’.Menurut Cak Nun,lembaga perguruan tinggi yang sudi mengangkat kembali kearifan lokal berarti juga ikut membuat pijakan untuk membentuk generasi yang mumpuni.Yakni,generasi yang punya prinsip dan tidak gampang terlena dengan budaya praktis yang kini sedang melanda Indonesia.”Sebagai bangsa yang memiliki budaya luhur,sudah sepantasnya kita berbangga dan melestarikan nilai-nilai luhur itu,”terangnya.
Jeda ceramah,Kyai Kanjeng unjuk gigi lewat lagu Gugur Gunung ciptaan dalang kondang Ki Narto Sabdo di-medley dengan lagu India Kuch-kuch Ho Ta Hai,disambung lagu Mandarin,lantas ditutup dengan Salawat Badar.Paduan antara gamelan dengan biola,gitar,drum,hingga keyboard menghasilkan nada harmonis.Cak Nun yang mengenakan baju pendek putih dipadankan celana panjang warna gelap itu tampil dua jam penuh.”Mari saling menghargai satu sama lain untuk mewujudkan rasa ke-Bhineka-an.Kerukunan beragama,suku,bangsa serta budaya untuk mewujudkan kebersamaan yang utuh sekaligus menciptakan kedamaian hakiki,”imbaunya.
Penampilan Kyai Kanjeng dipungkasi lagu Kemesraan yang dipopulerkan Franky Sahilatua dan Iwan Fals.”Semoga keanekaragaman ini mampu menciptakan sebuah negara yang besar dengan menanamkan prinsip kearifan lokal sebagai karakter untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan menjunjung tinggi budaya bangsa,”imbuh Rektor IKIP PGRI Madiun Parji saat menutup acara yang berlangsung di lapangan parkir kampus II ini.
JPNN